Sukses

Perawatan Luka Terbuka

26 Jan 2015, 12:09 WIB
Wanita, 22 tahun.

Slmat pagi dok. Sy mau tanya, gimana cara perawatan luka terbuka akibat benda tajam, gimana cara mengidentifikasi terkena tetanus atau tidak, apa perlu disuntik anti tetanus dan gimana juga perawatan luka terbuka infeksi? Sbb, klo sy lihat sblumnya di Puskesmas atau RS kyaknya perawatan itu bisa dilakukan sendiri di rumah asal prinsipnya benar. Mohon infonya ya dok. Thnx

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan kulit akibat cedera, pembedaham atau trauma fisik. Hal ini mengakibatkan organisme dapat memasuki jaringan tubuh. Luka digolongkan berdasarkan kedalaman dan besarnya kemungkinan untuk mengalami infeksi. Karena kulit mengalami kerusakan dan jaringan di dalamnya terpapar dengan udara terbuka, maka bakteri dapat memasuki jaringan tubuh dan mengakibatkan infeksi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kontaminasi luka, meliputi : lamanya waktu antara terjadinya luka dengan dilakukannya terapi, lokasi luka, adanya cedera pada struktur bawah kulit, seperti tulang atau otot, adanya jaringan mati, dan faktor dalam diri pasien (seperti: umur, kondisi kesehatan, dan status gizi), serta obat-obat yang digunakan.

Hal yang dianjurkan dilakukan :

  • Bersihkan luka, gosok perlahan-lahan dengan sabun yang bersifat 'mild' dan air
  • Cuci luka dengan hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut, tetapi tindakan pencucian luka ini cukup efektif untuk menyingkirkan kotoran/benda-benda asing yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Sedapat mungkin, jaga agar luka senantiasa lembab, tetapi tidak basah.
  • Tutup luka dengan kasa steril agar tidak dimasukin bakteri. Umunya, luka dibalut selama 2 hari.
  • Awasi luka dengan ketat terhadap adanya tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan di sekitar luka, keluarnya nanah, pembengkakan, rasa hangat pada area luka, dan rasa nyeri yang bertambah.
  • Bersihkan luka setiap kali mengganti pembalut atau penutup luka
  • HIndari penggunaan antibiotik topikal kecuali jika diresepkan oleh dokter.
  • Jangan menggunakan zat-zat yang berpotensi menyebabkan iritasi. Jaga agar luka tetap bersih dan tutup dengan kasa pembalut.
  • Jangan menggaruk atau melepas keropeng yang terbentuk pada saat luka mengering, karena dapat mengakibatkan timbulnya jaringan parut.
  • Makanlah makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin A, D, dan E untuk membantuk proses penyembuhan luka.

Apabila terdapat tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, nyeri, teraba hangat, atau sampai mengeluarkan nanah, kami menyarankan Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar