Sukses

Program Penurunan Berat badan pada ibu Menyusui
17 Mar 2015, 20:13 WIB
Wanita, 20 tahun.

haii,,,,,,,,, maaf menganggu mw tanya dongg,,,,,,saya ibu menyusui anak saya usia y baru 1 tahun 8 bulan,,,nah selama saya menyusui saya tidak kontrol makanan saya smua makanan saya makan sehingga mengakibatkan naik y berat badan saya,,,,sekarang saya ingin program penurunan berat badan dengan cara fitnes dan senam bl,,,pertanyaan nya apa boleh ibu menyusui seprti saya boleh melakukan fitnes dan senam bl??????? apakah tidak menganggu masa pertumbuhan anak saya??? trimakasi,,,,,mohon jawaban nya y,,,,,,,

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Seorang ibu membutuhkan energi yang bisa memproduksi makanan untuk mengatasi perubahan hormon atau fisiologis yang terjadi dalam tubuhnya, memenuhi permintaan gizi bayi sementara ia masih menyusui bayinya. Ibu menyusui harus mencakup makanan tertentu yang bisa meningkatkan produksi susunya. Jika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari sumber makanan luar, maka ia akan mengekstrak dari tubuh ibu dan bisa jadi produksinya berkurang.

Berikut ini adalah makanan diet sehat bagi ibu yang menyusui;

  1. Beras merah
    Mengurangi karbohidrat bisa menyebabkan produksi energi dan susu pada ibu menyusui lebih sedikit. Untuk itu konsumsi nasi merah agar produksi energi tetap meningkat sehingga bisa memasok kalori yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi susu.
  1. Produk susu
    Produk susu seperti yoghurt, keju dan susu kaya akan kalsium dan sumber terbaik untuk vitamin B, D dan protein. Ibu menyusui yang mendapatkan kalsium dari susu menjamin pengembangan dari tulang bayi yang baru lahir.
  1. Kacang-kacangan
    Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau merupakan sumber zat besi yang baik dan juga protein nabati.
  1. Telur
    Telur bisa memasok kebutuhan protein harian tubuh, putih telur mengandung protein yang baik sedangkan kuning telur mengandung vitamin D yang berkontribusi terhadap kesehatan tulang bayi.
  1. Sayuran berdaun hijau
    Sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, bok choi atau sayuran katuk kaya akan kalsium, vitamin A, vitamin C, zat besi dan juga antioksidan yang baik untuk ibu baru melahirkan.
  1. Salmon
    Salmon bisa melengkapi lemak DHA yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sistem saraf bayi, serta berperan dalam mencegah depresi setelah melahirkan (postpartum).
  1. Jeruk
    Jeruk dan buah citrus lainnya merupakan sumber penting dari vitamin C dan juga komponen dalam menyusui.
  1. Blueberry
    Buah ini kaya akan antioksidan, pasokan vitamin, mineral dan karbohidrat yang baik untuk tubuh sehingga memastikan pasokan energi yang tepat sepanjang hari.

Untuk olahraga selama menyusui, sangat disarankan untuk menyesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh. Berikut lebih jelasnya:

  • Untuk persalinan normal tanpa komplikasi, ibu-ibu dapat mulai berolahraga secepat tiga hari atau satu minggu pasca melahirkan.
  • Sedangkan untuk operasi caesar atau persalinan normal dengan komplikasi maupun intervensi, masa pemulihan memang lebih lama.
  • Tergantung dari kondisi ibu, ibu dapat mulai berolahraga setelah empat hingga enam minggu pasca melahirkan.

Catatan khusus untuk latihan penguatan otot panggul, seperti senam Kegel dapat dimulai segera di masa pemulihan. Hal ini karena latihan kekuatan otot panggul yang dimulai segera setelah melahirkan telah terbukti membantu mencegah ketidakmampuan menahan kencing pada ibu-ibu yang baru melahirkan.

Tidak ada satu jenis olahraga yang spesifik untuk ibu menyusui, justru olahraga yang dilakukan harus bersifat komprehensif sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan ibu. Ketiga aspek yang penting untuk diperhatikan oleh ibu adalah kebugaran jantung paru, kekuatan otot, dan fleksibilitas. Selain itu, prinsip penting bagi ibu menyusui adalah Start Low & Go Slow, yaitu mulai dengan olahraga intensitas ringan & tingkatkan perlahan-lahan. Jenis olahraga yang dianjurkan tidak terbatas dan sangat beragam. Akan tetapi sebaiknya melakukan olahraga yang meliputi aktifitas aerobik dan aktifitas untuk membangun kekuatan otot.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar