Sukses

Kondiloma pada Kehamilan

30 Jan 2015, 02:20 WIB
Wanita, 38 tahun.

Konsultasi pengobatab KONDOLIMA pada ibu HamiL

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Kondiloma akuminata merupakan salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS) yang terjadi pada pada daerah kelamin, daerah anus (dubur), di dalam vagina, serviks (leher rahim), dan uretra pria. Kondiloma ini disebabkan oleh infeksi subtipe Human Papillomavirus (HPV) yang menyebar melalui kontak langsung kulit-ke-kulit melalui oral, genital, atau anal seks dengan pasangan yang terinfeksi.

Kondiloma ini mudah berkembang biak dalam lingkungan yang lembab di area kelamin dan mudah eksaserbasi (kambuh) di kala hamil dan pada pasien dengan gangguan kekebalan tubuh (contoh : HIV). Apabila sebelumnya Anda atau pasangan memang memiliki kondiloma ini, maka mungkin saja penyakit ini kambuh di kala Anda hamil.

Terapi untuk kondiloma terbagi atas 3 kategori, yaitu preparat topikal yang dioleskan dan menghancurkan jaringan kondiloma, metode operasi atau laser yang mengangkat kondiloma, dan pendekatan biologis yang mencoba mengatasi penyebab dasar yaitu virus tersebut. FDA telah menyetujui cairan podofilin atau krim 5-fluorouracil untuk terapi topikal  kondiloma. Namun wanita hamil tidak dianjurkan menggunakan aplikasi topikal karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Diagnosis banding yang dapat dipikirkan untuk penyebab lain dari kondiloma diantaranya adalah herpes simpleks, moluskum kontangiosum, dan beberapa penyakit lain. Seperti juga jawaban kami sebelumnya, kemungkinan lain pun dapat berupa peradangan pada kelenjar atau sumbatan pada kelenjar.

Jarang sekali kondiloma maupun moluskum dapat ditularkan melalui air. Pada umumnya ditularkan melalui kontak kulit langsung melalui hubungan seksual. Sebaiknya Anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan langsung guna memastikan diagnosis dan penanganan yang sesuai penyebabnya.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Redaksi Klikdokter.

0 Komentar

Belum ada komentar