Sukses

Gatal, Perih Dan Panas Di Vagina Ketika Melakukan Hubungan Intim

01 Feb 2015, 23:34 WIB
Wanita, 20 tahun.

Pagi dok. Belakangan ini saya merasakan gatal, perih dan panas di vagina ketika melakukan hubungan intim dengan suami saya, Apakah ini bahaya dok dan apakah ada obatnya ? Saya sudah memberikan jarak 3 hari untuk melakukan hubungan seks dengan tujuan agar luka atau perih nya sembuh , tapi perih dan panas di vagina tetap terjadi walapun cairan saat melakukan seks cukup. Mohon bantuannya , terimakasih dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Gatal pada vagina dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah jamur, parasit,ataupun kutu. Apabila diikuti dengan keputihan yang kental bergumpal-gumpal seperti susu maka kemungkinan jamur, bila dengan keputihan yang berwarna kehijauan maka kemungkinan disebabkan parasit. Bila ada seperti titik darah di celana dalam dan sangat gatal di pubis mungkin disebabkan oleh kutu pada rambut pubis.

Namun bisa juga gatal disebabkan karena vagina yang lembab dan kebersihannya kurang terjaga. Terutama saat hamil, karena lingkungan menjadisemakin lembab sangat rentan terjadi infeksi jamur atau bakteri. Selain gatal, apakah anda juga mengeluhkan ada keputihan atau cairan dari vagina anda?

Sebagai informasi, keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti sesaat sesudah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi.

Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu,keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Saran kami adalah agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter mengenai keluhan tersebut untuk mengetahui dengan pasti penyebabnya. Kelainan kulit dan kelamin memang memerlukan pemeriksaan langsung untuk diagnosis, oleh karena itu periksakan segera ke dokter untuk kemudian mendapatkan penanganan yang sesuai. Selain itu, apabila anda melakukan hubungan seksual, lakukanlah hubungan seksual yang aman dengan menggunakan pengaman. Pengaman berguna untuk mencegah kehamilan dan menurunkan risiko penularan infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual dapat menyebabkan efek ping pong, dimana anda saling menularkan satu sama lain

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar