Sukses

Diare Pada Anak

11 Feb 2015, 00:07 WIB
Wanita, 2 tahun.

Putri saya sudah sebukan ini diare,sudah 2x ke dokter tp msh diare. Apa penyebabnya dan cara mengatasinya? Saya biasa mencuci tangan dan juga tangan putri saya. Thx dok

Susu yg tepat untuk anak diare apa ya dok, ada gk pencegahany supaya anak gak trs diare berulang

 

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya menjawab pertanyaan Anda, kami akan terlebih dahulu menjelaskan mengenai diare. Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Diare dapat disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)
  • bakteri
  • infeksi parasit
  • obat-obatan (kafein, alkohol)
  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang biasanya menyertai diare, antara lain:

  • tinja yang cair atau lunak
  • sering buang air besar
  • nyeri perut
  • demam
  • darah di dalam tinja

Selain itu, gejala lain seperti mual dan muntah dapat menyertai diare yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Bagaimana cara mengatasinya? Pastikan ada tidaknya tanda-tanda dehidrasi, cegah perburukan dan bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Berikut merupakan tanda-tanda dehidrasi pada anak :

  1. tanpa dehidrasi: sadar, mau minum normal, kelopak mata normal, air mata banyak, mulut tidak kering, kulit tidak keriput. Urin normal. Berat badan turun<5%. Terapi penggantian cairan rehidrasi oral (CRO) 10ml/kgBB/setiap diare; 2-5ml/kgBB setiap muntah.
  2. dehidrasi ringan-sedang : rewel, gelisah, tampak kehausan dan minum dengan cepat, kelopak mata cekung, air mata berkurang, mulut kering, kulit pucat, urin berkurang, berat badan turun 5-10% dari berat badan sebelumnya. Diberikan rehidrasi dengan CRO 75mg/kgBB/3jam dan penggantian cairan sama seperti dehidrasi ringan.
  3. dehidrasi berat : lemah, tidak sadar, tidak mau minum, kelopak mata sangat cekung, sangat kering, kulit pucat, berat badan turun>10% dari berat badan sebelumnya. Terapi rehidrasi dengan cairan intravena (infus) untuk itu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Bila sudah dipastikan tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau dehidrasi sudah teratasi, dicari penyebab diarenya. Bila penyebabnya adalah virus, diare dapat sembuh sendiri dan yang paling penting adalah istirahat dan minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Bila penyebabnya adalah bakteri, dapat diberikan antibiotik. Bila kondisi yang anak anda alami disebabkan oleh intoleransi laktosa(kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna laktosa/gula susu yang terkandung di dalam susu, maka dapat dilakukan beberapa tips berikut:

  • Minumlah susu dalam jumlah kecil sekali minum
  • Gunakan produk susu yang mencantumkan label "lactose-reduced" atau "lactose-free" dimana mereka mengurangi kandungan laktosa-nya hingga 99% 
  • Konsumsi susu kedelai supaya asupan kalsium anda tetap terjaga
  • Jangan menggunakan produk susu dengan kadar laktosa tinggi
  • Waspadai produk non-susu yang mungkin mengandung laktosa. Jika yang tercantum pada label produk tersebut memuat bahan-bahan ini, maka produk tersebut mengandung laktosa: whey, curds, milk by-products, dry milk solidsdan nonfat dry milk powder

Untuk memastikannya, kami menyarankan Anda membawa/memeriksakan anak Ibu ke dokter spesialis anak agar dapat dievaluasi kemungkinan penyebabnya. Selain hal-hal diatas, yang perlu diperhatikan saat anak mengalami diare adalah diet atau makanan yang dikonsumsi. Jika diare masih terjadi, kurangi atau hindari dahulu makanan berserat untuk sementara waktu hingga diare usai, perhatikan kebersihan makanan serta alat makan yang digunakan anak dan juga kebersihan tangan anak Anda. Ajari anak Anda untuk rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan. Berikut kami sertakan artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar