Sukses

VDRL Positif dan TPHA Reaktif

24 Feb 2015, 21:42 WIB
Pria, 32 tahun.

Dok,sy tdk prnh mrasakan gejala apapun,sakit pun saya termasuk jarang.riwayat hidup sy pun tdk prnah mlakukan hbungan sex selain dgn istri sy.tetapi istri sy sudah dan sering mlakukan medical chekup dan hsilnya FIT.tp knp waktu mdical chekup untuk pertama kalinya saya dinyatakan UNFIT. Dgn vdrl (+):WR, Tpha:>1:80. Dan baru skarang sy tau.apa solusinya?dan pengobatan seperti apa yg harus saya jalani? Mohon dijawab. Terimakasih. (Iju/32th/aceh selatan).

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

VDRL dan TPHA adalah suatu pemeriksaan untuk mengetahui infeksi Treponema pallidum , memang Treponema pallidum adalah penyebab dari penyakit Sifilis , tapi berdasarkan penelitian VDRL positif, dapat disertai dengan biologi false positif atau benar-benar positif dengan titer rendah. biologi false positif dapat dibagi menjadi 2 yatu :

  • Akut : dapat disebabkan infeksi virus, bakteri , imunisasi , parasit malaria

  • Kronik : dapat disebabkan oleh SLE, penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita .

TPHA atau Treponema Pallidum Hemaglutination Assay adalah suatu pemeriksaan spesifik untuk mengetahui infeksi Treponema Pallidum, yang biasanya dilaksanakan sebagai langkah tindak lanjut pemeriksaan VDRL. 

Untuk pemeriksaan VDRL, memang ada yang disebut dengan kondisi positif palsu. Mengapa? Karena pemeriksaan ini memang tidak spesifik untuk penyakit sifilis saja (silahkan baca Pemeriksaan VDRL & TPHA).

Titer TPHA lebih besar sama dengan 1/80 dapat dinyatakan telah mengandung antibodi Treponema Pallidum. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, ataupun melalui transfusi darah. Pada umumnya tes TPHA bila telah reaktif, akan tetap reaktif di dalam waktu yang lama walaupun terjadi penurunan antibodi setelah pengobatan. Apakah Anda sudah menjalani pengobatan?

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk evaluasi lebih lanjut agar mendapat pengobatan yang tepat. Selain itu, tentunya Anda harus menjaga agar hubungan seksual yang dilakukan sehat demi kebaikan Anda sendiri. Kami juga menyarankan pasangan Anda untuk melakukan pemeriksaan yang sama agar dapat dilakukan pengobatan jika terbukti mengalami penyakit serupa.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar