Sukses

Nyeri Perut, Diare, Mual Muntah Sebelum Haid

05 Feb 2015, 00:45 WIB
Wanita, 21 tahun.

dok, saya bulan akhir bulan juli lepas kb suntik 3bln. bln oktober akhir haid selang 1mnggu bln nov syhaid lg dan sblm x di sertai diare,mual,muntah perut bgian bwh sakit. normalkah ini dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Nyeri perut bagian bawah memang sering ditemukan pada perempuan yang sedang menstruasi. Nyeri tersebut diakibatkan oleh hormon prostaglandin yang dikeluarkan oleh otot-otot dinding rahim. Prostaglandin menstimulasi otot rahim tersebut untuk berkontraksi, menyebabkan suplai darah ke rahim berhenti untuk beberapa saat dan meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf nyeri, sehingga menimbulkan rasa nyeri. Prostaglandin juga bertanggung jawab terhadap gejala muntah, diare, dan sakit kepala yang biasanya juga muncul bersamaan dengan nyeri perut.

Nyeri haid ini masih dibilang normal jika berlangsung selama 2 - 3 hari, umumnya dimulai sehari sebelum mulai menstruasi. Jika Anda telah mengalami nyeri haid ini sejak pertama kali menstruasi, hal ini disebutkan dismenore primer, dan merupakan hal yang normal atau fisiologis. Seiring dengan bertambahnya usia, intensitas nyeri semakin berkurang, dan biasanya akan hilang setelah mengalami kehamilan.

Sementara itu, untuk meredakan nyeri (bila diperlukan), Anda dapat meminum obat anti nyeri yang dijual bebas seperti asam mefenamat, ibuprofen, paracetamol. Namun, setiap obat memiliki risiko terjadinya efek samping, tak terkecuali obat-obat bebas ini. Umumnya efek yang perlu diperhatikan adalah efeknya terhadap saluran cerna (iritasi), hati, maupun ginjal. Karena itu konsumsi obat-obat ini sebaiknya hanya saat benar-benar diperlukan. Efeknya memang bukan langsung pada rahim, karena obat-obat ini sifatnya meredakan atau menyamarkan rasa sakit yang ada. Jamu-jamuan seperti Kiranti telah melalui uji klinis dan aman dikonsumsi. 

Dismenore sekunder berarti nyeri haid karena sebab-sebab tertentu berupa kelainan dari rahim, saluran tuba, dan indung telur, seperti peradangan dinding rahim, kista indung telur, infeksi rahim, dan radang rongga panggul. Salah satu faktor risiko nyeri haid yang berlebih adalah penggunaan kontrasepsi spiral. Riwayat merokok atau minum minuman beralkohol juga merupakan faktor risiko. Untuk mengatasinya, tentunya perlu ditangani penyebab-penyebab yang disebutkan di atas.

Jika tidak ada tanda-tanda tersebut, kemungkinan nyeri haid yang anda alami merupakan nyeri yang normal atau fisiologis. Selain itu, dapat dilakukan kompres hangat pada daerah perut bawah, pemijatan ringan pada perut bawah punggung bawah. Olahraga (terutama sebelum dimulainya menstruasi) dapat membantu mengurangi nyeri haid yang akan muncul. Namun jika keluhan Anda terus menerus, saya menyarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan pemeriksaan langsung, karena tidak ada yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar