Sukses

Anak Mengeces, Gampang Sakit, Dan Belum Bisa Berbicara

12 Mar 2015, 15:32 WIB
Wanita, 21 tahun.

Selamat Pagi Dokter, begini dokter anak saya usia berusia 1 Tahun 3 bulan, laki-laki, dulu lahirnya prematur dengan BB 2,4 Kg dan panjang 46 CM. Saya mau tanya dokter, 1. Normalkah anak saya itu selalu ngences sampai sekarang, ences nya itu banyak sekali dok. 2. Tiap bulan selalu sakit, imun nya yg lemah atau gmn ya dok? dan kalau batuk terkadang nafas nya tu cepat sekali. 3. Usia 1 Tahun 3 Bulan ini belum bisa bicara, tapi mengerti apa yg kita suruh dan bisa merespons dok. Apakah itu masih normal dok? Memang dari dulu perkembangan anak saya itu agak lambat dok, apa ada hubungan nya dengan lahir prematur itu dok? Terima kasih ya dokter. Saya tunggu jawabannya.. Selamat pagi dokter.. Wassalamualaikum.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Anak Mengeces.

Sering keluar air liur pada anak dapat saja terjadi pada anak normal maupun pada anak dengan gangguan atau penyakit tertentu. Untuk mengetahui apakah ada penyakit tertentu, maka diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh pada Anak anda. Mengeluarkan air liur lewat mulut akan berkurang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada anak, mengeluarkan air liur sering disebut "mengeces".

Kami memahami kekhawatiran yang Anda alami. Apakah anak Anda "mengeces" setiap saat (saat bermain, saat makan, dll)? Kapan saja anak "mengeces"? Mencapai usia 2 tahun, biasanya anak sudah tidak "mengeces" lagi karena kendali tubuh untuk menelan sudah dapat mengimbangi produksi air liurnya. Jika memang anak masih "mengeces" memang dapat mengganggu perkembangan bicaranya karena anak menjadi kesulitan untuk belajar bicara. Biasanya anak mulai "mengeces" pada usia 6 bulan karena proses petumbuhan gigi. Produksi air liur dan kemampuan menelan bayi yang belum sempurna juga dapat menyebabkan anak masih "mengeces" hingga usia 12-15 bulan. Pada usia 15-18 bulan, anak mulai berkurang :mengeces" karena proses perkembangan yang sudah semakin baik.

"Mengeces" yang tidak normal dapat terjadi jika anak mengalami gangguan lain pada rongga mulut dan sekitarnya, misalkan: tonsilitis (amandel yang membesar) atau infeksi di sekitar rongga mulut. Usia anak Anda saat ini memang masih dalam usia untuk mengeluarkan air liur sehingga belum ada yang perlu dikhawatirkan. Bila memang termasuk dalam "mengeces" yang tidak normal maka dapat segera diatasi.

Anak Gampang Sakit

Anak kecil memang memiliki daya tahan tubuh yang relatif lemah, oleh karena itu lebih mudah terserang pernyakit bila dibandingkan dengan orang dewasa. Hingga usia 1 tahun, anak bisa sakit 8-12 kali pertahun. Selanjutnya, anak sakit rata-rata 6-8 kali. Biasanya penyakit yang menyerang bukanlah penyakit berat, paling-paling sakit batuk pilek, diare, atau penyakit flu lainnya. Bila frekuensi sakit melebihi normal, atau terkena infeksi yang berat seperti radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), maka Anda baru perlu khawatir.

Beberapa hal yang memengaruhi daya tahan tubuh anak adalah faktor gizi yang baik, imunisasi lengkap, higienis, serta sanitasi lingkungan, pola hidup yang bersih dan sehat. Penting juga untuk menghindari kontak dengan orang sakit agar tidak tertular. Bila semua terpenuhi, kecil kemungkinan si kecil menderita sakit

Anak Belum Bisa Bicara

Cara untuk mencapai perkembangan yang optimal adalah dengan stimulasi yaitu meningkatkan respon terhadap anak. Stimulasi yang tepat adalah berkembang sesuai dengan tahapan anak. mari kita lanjutkan dengan pembahasan tentang gangguan bicara pada anak.

Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik. Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut harus lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.

Terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering tedapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan kemungkinan sembuhnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita keterlambatan ini kemampuan bicara saat masuk usia sekolah normal seperti anak lainnya.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif (penerimaan) sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis lainnya. Keterlambatan bicara fungsional pada anak sering dialami penderita yang mengalami gangguan alergi terutama dermatitis atopi (alergi) dan saluran cerna.

Sebelum berasumsi macam-macam, pertama harus ditentukan terlebih dahulu penyebab keterlambatan bicara, misalnya :

  1. Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara
  2. Keterlambatan fungsional. Dimana pola perkembangan kemampuan pemecahan masalah normal serta anak mengerti apa yang orang lain bicarakan. Umumnya karena kurang latihan, terlalu pasif, terlalu banyak bermain sendiri
  3. Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik
  4. Gangguan komunikasi sentral. Anak tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak dapat mengerti orang lain
  5. Retardasi mental
  6. Gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu

Prinsip yang sebaiknya dipegang adalah keterlambatan bicara dapat ditoleransi apabila anak mengerti semua yang diucapkan padanya. Apabila anak tidak mengerti ucapan orang lain, anak cuek, tidak mau menatap mata orang, sulit menoleh ketika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti sama sekali, dan hiperaktif maka segeralah dibawa ke dokter anak. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara adalah: bermain bersama sesering mungkin

  • berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan ,beri respon terhadap suara yang anak keluarkan
  • apabila ada kata-kata muncul maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. Contoh : ketika dia menunjuk bola maka ucapkanlah padanya “Ini BOLA, BOOO-LAAA”
  • jangan ikut bicara dengan bahasa anak. Contoh : tetap ucapkan kata ‘susu’ dibanding dengan ‘cucu’

Untuk mendiagnosis bahwa seorang anak mengalami gangguan perkembangan diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter pada anak ibu. Anda dapat juga mengkomunikasikan hal ini dengan psikiater. Namun semoga dengan informasi yang saya berikan ini dapat bermanfaat.

Berikut kami sertakan artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar