Sukses

Katarak Belum Matang

07 Nov 2014, 13:38 WIB
Wanita, 66 tahun.

Saya terindikasi katarak sejak 20 tahun lalu tapi tidak diijinkan melakukan operasi oleh dokter yang memeriksa karena masih tipis atau belum matang. Selama itu saya menggunakan obat tetes cendoliters dan catarlen. Akhir2 ini kondisi mata kanan saya memburuk dengan sangat cepat sehingga saya merasa sangat silau hingga tidak dapat melihat. Saat kemarin berkonsultasi ke dokter menggunakan BPJS, kembali dikatakan bila katarak belum matang dan sebaiknya tidak dioperasi karena dapat membahayakan. Pertanyaan saya: 1. Apa yang dimaksud dengan katarak belum matang? 2. Apakah benar pada katarak yang belum matang tidak dapat dilakukan tindakan operasi? Atau hanya karena saya pengguna BPJS? 3. Mengapa bola mata teman saya jauh lebih krputihan tapi gangguan yang dirasakan tidak separah saya? 4. Mohon penjelasan dan pendapat Dokter dalam hal ini. Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat penambahan cairan di lensa, pemecahan protein lensa, atau kedua-duanya. Katarak merupakan penyebab kebutaan utama yang dapat diobati di dunia pada saat ini. Sebagian besar katarak timbul pada usia tua sebagai akibat pajanan terus menerus terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh lainnya seperti merokok, radiasi ultraviolet, dan peningkatan kadar gula darah. Katarak ini disebut sebagai katarak senilis (katarak terkait usia). Sejumlah kecil berhubungan dengan penyakit mata (glaukoma, ablasi, retinitis pigmentosa, trauma, uveitis, miopia tinggi, pengobatan tetes mata steroid, tumor intraokular) atau penyakit sistemik spesifik (diabetes, galaktosemia, hipokalsemia, steroid atau klorpromazin sistemik, rubela kongenital, distrofi miotonik, dermatitis atopik, sindrom Down, katarak turunan, radiasi sinar X).

Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan/visus menurun. Secara umum, penurunan tajam penglihatan berhubungan langsung dengan kepadatan katarak.

Gejala dan Tanda
Gejala utama yang dijumpai adalah penglihatan berkabut dan penglihatan yang semakin kabur. Pada gejala awal dapat terjadi penglihatan jauh kabur sedangkan penglihatan dekat sedikit membaik dibandingkan sebelumnya (second sight). Bila kualitas lensa memburuk atau terjadi kelelahan maka second sight ini akan menghilang. Gejala lain yang dijumpai pada katarak senilis adalah penigkatan rasa silau (glare). Pada lensa mata penderita katarak akan tampak bayangan putih. Selain itu dapat pula terjadi pandangan ganda, rabun senja dan terkadang membutuhkan cahaya yang lebih terang untuk membaca.

Stadium katarak terdiri dari:

  • katarak insipien: kekeruhan sangat minimal

  • katarak imatur: keruh sebagian, lensa masih memiliki bagian yang jernih

  • katarak matur/matang: lensa sudah keruh secara keseluruhan

  • katarak hipermatur: bagian permukaan sudah merembes melalui kapsul lensa dan mengakibatkan peradangan.

Satu-satunya terapi untuk pasien katarak adalah bedah katarak dimana lensa diangkat dari mata (ekstraksi lensa) dengan prosedur intrakapsular atau ekstrakapsular :

  • Ekstraksi intrakapsular (ICCE). Tehnik ini jarang dilakukan lagi sekarang.

  • Ekstraksi ekstrakapsular (ECCE). Pada tehnik ini, bagian depan kapsul dipotong dan diangkat, lensa dibuang dari mata, sehingga menyisakan kapsul bagian belakang. Lensa intraokuler buatan dapat dimasukkan ke dalam kapsul tersebut.  Kejadian komplikasi setelah operasi lebih kecil kalau kapsul bagian belakang utuh.

  • Fakofragmentasi dan fakoemulsifikasi. Merupakan teknik ekstrakapsular yang menggunakan getaran-getaran ultrasonik untuk mengangkat lensa melalui irisan yang kecil (2-5 mm), sehingga mempermudah penyembuhan luka pasca-operasi. Teknik ini kurang efektif pada katarak yang padat.

Indikasi operasi katarak adalah jika sudah mencapai stadium matur. Namun, jika pasien menderita katarak stadium imatur namun sudah sangat mengganggu kualitas hidupnya seperti mengganggu pekerjaannya maka dapat dilakukan operasi. Apabila diperlukan pembedahan maka pengangkatan lensa akan memperbaiki ketajaman penglihatan pada >90% kasus. Sisanya mungkin telah mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaukoma, ablasio retina, atau infeksi yang mengambat pemulihan daya pandang. Adanya lensa intraokular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian penglihatan setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal.

Mengenai pertanyaan Anda tentang kenapa tidak dilakukan operasi, indikasi operasi katarak memang disesuaikan dengan stadium katarak, bukan berdasarkan Anda pengguna BPJS atau bukan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar