Sukses

Penyakit Menular Seksual dan Astenozoospermia

14 Nov 2014, 08:39 WIB
Wanita, 34 tahun.

Dok, saya wanita yg telah menikah, kurang lebih 2tahun, tapi msh belum hamil juga. Saya dan suami telah melakukan test HSG dan sperma. Hasil nya itu terdeteksi bahwa istri : Anti HSV2 IgM = reaktif 1.17 proklatin = 25.63 Sedangkan suami hasilnya = Anti Chlamydia Igm = reaktif 2.57 motilitas sperma = astenozoospermia Apakah hasil test itu menandakan penyebab saya blm hamil yah dok ? Apakah kami msh bisa sembuh? Sebaiknya minum obat apa dok ? Terimakasih atas perhatiannya

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter 

Asthenozoopermia yaitu dari semua sperma yang ada, yang pergerakannya normal (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%. 

Ada hal yang bisa suami Anda lakukan yaitu dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

  • Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)
  • Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria
  • Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.
  • Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.
  • Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.
  • Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Selain itu yang dapat suami anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma. Di samping mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar dapat diketahui penyebabnya serta diobati sesuai dengan penyebabnya.

Herpes Virus

 

Pemeriksaan Anti-HSV1 IgM dan Anti-HSV2 IgM dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi HSV1 dan HSV2 pada masa kini (sedang terjad infeksi). IgM menunjukkan adanya infeksi baru, sedangkan IgG menunjukkan infeksi masa lampau. IgM biasanya baru terdeteksi pada hari ke 7-10 setelah terinfeksi. Anda dapat mengulang kembali hasil IgM jika diyakini gejala mengarah ke infeksi herpes.

Herpes merupakan suatu penyakit yang termasuk dalam infeksi menular seksual. Herpes simpleks dapat ditularkan melalui cairan orang yang terinfeksi yaitu melalui vaginal seks, oral seks, maupun anal seks. Penyakit ini tidak mengancam nyawa pada orang dewasa namun sering kumat, timbul pada tempat yang sama dan biasanya lebih ringan dari gejala infeksi pertama. 

Sebagian besar orang yang terinfeksi HSV tidak mengeluhkan adanya gejala atau hanya gejala ringan oleh sebab itu terkadang mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang terinfeksi HSV. Biasanya mereka baru mengeluhkan gejala ketika sudah timbul luka, bintil-bintil ataupun nyeri di kemaluan dan ketika saat itu biasanya disertai gejala seperti flu, demam, nyeri otot.

Infeksi virus herpes simpleks (HSV) tipe I lebih sering mengenai bagian mulut sedangkan infeksi HSV tipe II adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Setelah infeksi primer, HSV akan menjadi laten (menetap) di sel saraf dan apabila kondisi Anda sedang drop atau kekebalan tubuh menurun, maka HSV dapat kambuh kembali. Dan hingga saat ini belum ada terapi yang dapat memberikan kesembuhan total terhadap infeksi virus herpes simpleks. Akan tetapi pemberian obat antivirus dapat membantu memendekkan durasi penyakit dan memperpanjang interval kekambuhan.

Yang terpenting adalah menjaga kekebalan tubuh dengan asupan nutrisi cukup, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.Mengingat virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, maka sebaiknya pasangan Anda juga menjalani pemeriksaan yang sama, karena keduanya harus diobati jika terbukti positif menderita HSV. Jika infeksi virus sudah tidak aktif tidak akan menular ke orang lain, akan tetapi kami sarankan agar Anda setia melakukan hubungan seksual pada satu pasangan, menggunakan kondom lateks secara konsisten dan benar ketika berhubungan untuk mengurangi risiko penularan herpes, jika gejala herpes muncul kembali segera hentikan aktifitas seksual.

Selain itu, suami Anda juga terkena infeksi chlamydia yang merupakan penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual yang Anda berdua alami dan kelainan sperma pada suami dapat mempersulit proses memiliki buah hati dan meningkatkan risiko infertilitas. Kami sarankan Anda memeriksakan diri kembali ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk pengobatan penyakit menular seksual dan dokter spesialis urologi untuk masalah kelainan sperma.

Berikut beberapa artikel yang dapat menambah pengetahuan Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar