Sukses

Penyebab Air Ketuban Pecah

06 Nov 2014, 11:06 WIB
Wanita, 36 tahun.

7 thn menikah, thn lalu sy sempat hamil namun di usia kandungan 4 bulan air ketuban sy pecah. sdh dilakukan terapi namun janin saya tidak bs diselamatkan dan terpaksa dikeluarkan. 2 kali saya masuk rs karena flex dan pendarahan. hal apakah yg bs menyebabkan air ketuban pecah?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Air ketuban yang keluar dan pecah terlebih dahulu menandakan bahwa telah terjadi peristiwa pecahnya selaput ketuban atau biasa disebut dengan ketuban pecah dini (KPD). Istilah KPD ini ditujukan pada ketuban yang pecah sebelum saatnya melahirkan. 
Beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan terjadinya KPD adalah sebagai berikut:

  • Inkompetensi serviks (leher rahim)
  • Polihidramnion (cairan ketuban berlebih)
  • Riwayat KPD sebelumya
  • Kelainan atau kerusakan selaput ketuban
  • Kehamilan kembar
  • Trauma
  • Serviks (leher rahim) yang pendek (<25mm) pada usia kehamilan 23 minggu
  • Infeksi pada kehamilan seperti bakterial vaginosis

Umumnya penyebab dari KPD adalah adanya infeksi pada uterus (rahim) yang disebabkan oleh bakteri, dan cara penyebaran infeksi tersering adalah melalui vagina. Sedangkan tindakan yang dapat dialakukan untuk ketuban pecah sebelum hamil cukup bulan adalah dengan merawat pasien, bed rest, dan diberi antibiotika hingga air ketuban berhenti keluar. Tindakan ini ditujukan untuk mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan atau tidak prematur. Karena pada umumnya jika bayi dilahirkan prematur, organ tubuh bayi  misalnya seperti paru-paru, belum siap untuk beradaptasi dan berfungsi dengan baik di dunia luar. Namun, jika sudah terdapat tanda-tanda seperti air ketuban berubah warna dan bayi mengalami stress di dalam rahim, maka akan lebih baik jika bayi segera dilahirkan. Kini terdapat cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat pematangan paru janin yaitu dengan pemberian surfaktan sebelum proses persalinan.


Sekali lagi langkah medis yang dilakukan sangat tergantung dari kondisi ibu dan kehamilan. Hal ini tentunya lebih baik untuk dikonsultasikan dengan dokter yang menangani, karena tindakan yang dilakukan tidak dapat disamaratakan. Untuk itu kami menyarankan agar Anda dapat kembali berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani Anda sebelum mempersiapkan kehamilan selanjutnya.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar