Sukses

KPD dan Teratozoospermia

21 Feb 2015, 19:06 WIB
Wanita, 36 tahun.

sy sdh 7thn menikah, thn lalu sdh hamil namun pd usia kandungan 4 bln air ketuban sy pecah dan dilakukan terapi, namun janin sy tdk bs diselamatkan dan terpaksa dikeluarkan. stlh itu sampai skr sy blm jg hamil lg. dl pas program dan cek sperma, suami sy divonis teratozoospermia, stlh 1 thn terapi namun tdk ada jg peningkatan kualitas sperma, diputuskan utk "istirahat" dr program. tp stlh 2 bln berhenti malah hamil. yg ingin sy tanyakan, hal apa yg bs menyebabkan air ketuban sy pecah dan apakah teratozoospermia bs diobati?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Air ketuban yang keluar dan pecah terlebih dahulu menandakan bahwa telah terjadi peristiwa pecahnya selaput ketuban atau biasa disebut dengan ketuban pecah dini (KPD). Istilah KPD ini ditujukan pada ketuban yang pecah sebelum saatnya melahirkan.  Beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan terjadinya KPD adalah sebagai berikut:

  • Inkompetensi serviks (leher rahim)
  • Polihidramnion (cairan ketuban berlebih)
  • Riwayat KPD sebelumya
  • Kelainan atau kerusakan selaput ketuban
  • Kehamilan kembar
  • Trauma
  • Serviks (leher rahim) yang pendek (<25mm) pada usia kehamilan 23 minggu
  • Infeksi pada kehamilan seperti bakterial vaginosis

Umumnya penyebab dari KPD adalah adanya infeksi pada uterus (rahim) yang disebabkan oleh bakteri, dan cara penyebaran infeksi tersering adalah melalui vagina.

Sedangkan Teratozoospermia, dalam dunia medis digunakan untuk menandakan adanya gangguan infertilitas atau kesuburan akibat dari abnormallitas bentuk sperma. Bila terlalu banyak bentuk sperma yang abnormal maka terjadilah kondisi gangguan kesuburan. Bentuk sperma yang abnormal tidak dapat membuahi sel telur karena fungsinya yang tidak sempurna.

Kondisi gangguan kesuburan pada pria lebih banyak faktor penyebabnya dibandingkan dengan wanita. Permasalahannya adalah terapi medis untuk teratozoospermia sebagian besar tidak berhasil dengan baik karena terlalu banyak faktor eksternal. Belum ada sampai saat ini terapi yang cukup efektif guna memperbaiki bentuk sperma atau meningkatkan jumlah sperma dengan morfologi normal.

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)
  • Infeksi saluran reproduksi
  • Kelainan kromosom

Bagi mereka dengan kondisi teratozoospermia terutama yang parah, maka pada umumnya pasangan dianjurkan untuk melalukan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) atau bayi tabung dimana metode ini akan mempertemukan 1 sel telur dan 1 sel sperma untuk menjadi embrio. Embrio yang sudah terbentuk dapat dimasukkan ke dalam rahim sehingga terjadilah kehamilan. Program ini disebut juga dengan nama program bayi tabung.

Metode ini sudah terbukti cukup efektif untuk terapi infertilisasi karena gangguan dari spermatozoa. Kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis Andrologi untuk penanganan lebih lanjut.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar