Sukses

Keluar Benjolan dari Anus dan BAB Berdarah

26 Jan 2015, 23:44 WIB
Pria, 29 tahun.

dok, suami saya punya penyakit wasir, tiap BAB selalu keluar bagian dalam anusnya, perih dan kadang keluar darah sedikit. tapi setelah bbrpa menit bagian yg kluar itu kembali masuk dg sendirinya. saya tau itu krn suami saya hobi sambal, kira2 obatnya apa ya biar sembuh dan jgn smpe hrs operasi.. trims

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Buang air besar yang normal seharusnya tidak mengeluarkan darah. Buang air besar dengan darah dapat menjadi pertanda dari beberapa jenis penyakit, seperti infeksi (disentri), wasir/hemoroid, polip usus besar, gastritis erosif (perlukaan pada lambung), kanker usus besar, sirosis hepatis (akibat pecahnya varises esofagus), inflamatorry bowel disease, lecet pada daerah anus karena feses yang keras, dan lain lainnya.

Bagaimanakah dengan darah yang terdapat pada keluhan suami Anda? Pada Penyakit Wasir, darah yang keluar berupa darah segar yang terpisah dari kotoran yang keluar, jumlahnya bisa beragam.

Wasir/ambeien atau dalam bahasa medis disebut hemorrhoid merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau dubur/anus. Keadaan ini umumnya ditandai olehadanya benjolan di dubur. Berdasarkan atas asal benjolannya, hemorrhoid dapat dibedakan menjadi hemorrhoid internal dan hemorrhoid eksternal.

Berdasarkan cerita Anda, kami menduga gangguan yang terjadi pada suami Anda adalah hemoroid internal. Hemorrhoid interna muncul didalam rektum, biasanya tidak nyeri. Perdarahan dapat timbul jika mengalami iritasi. Perdarahan yang terjadi bersifat menetes. 

Hemorrhoid interna dapat dikelompokkan menjadi :

  • Grade I: wasir tidak keluar dari rektum
  • Grade II: wasir prolaps (keluar dari rektum) pada saat mengedan, namun dapat masuk kembali secara spontan
  • Grade III: wasir prolaps saat mengedan, namun tidak dapat masuk kembali secara spontan, harus secara manual (didorong kembali dengan tangan) 
  • Grade IV: wasir mengalami prolaps namun tidak dapat dimasukkan kembali

Dari cerita Anda, ada kemungkinan wasir pada suami Anda berada dalam derajat II-III. Untuk memastikanya Kami sarankan suami Anda untuk memeriksakan diri secara langsung kepada dokter terdekat.

Hemorrhoid interna derajat I dan II masih dapat ditangani dengan terapi obat oral. Namun hemorrhoid interna derajat III dan IV serta hemorrhoid eksterna memerlukan tindakan bedah untuk penangannya. Jadi tidak semua kasus wasir/hemoroid membutuhkan tindakan operasi.

Perlu diketahui bahwa penyembuhan sempurna dari wasir adalah dengan melakukan terapi operatif dan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya keluhan. Berikut adalah beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Minum banyak air, makan makanan yang mengandung banyak serat (buah, sayuran, sereal, suplemen serat, dll) sekitar 20-25 gram sehari. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya  jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus
  • Jangan menunda melakukan BAB dan membatasi mengedan sewaktu buang air besar.
  • Penggunaan celana dalam yang ketat dapat mencetuskan terjadinya wasir dan dapat mengiritasi wasir yang sudah ada.
  • Penggunaan jamban jongkok juga sebaiknya dihindari.
  • Menghindari penggunaan laksatif (perangsang buang air besar). Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus.

Berikut kami juga sertakan beberapa artikel untuk menambah informasi Anda: 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar