Sukses

Tes IVA Positif

22 Jan 2015, 14:44 WIB
Wanita, 33 tahun.

dok, beberapa bln lalu saya tes iva hasilnya positif, sudah lgs dikryoterapi, luka saya terjadi karena iud yang kurang pas terpasang, semua keluhan yang dulunya ada sekarang sudah hilang sejak diterapi tsb( keputihan, kadang-kadang keluar darah bersama keputihan), sy juga sudah vaksin pencegahan kanker servik, hanya saja saya masih takut dengan kanker tsb, apa yang harus saya lakukan...

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan pemberian asam asetat. Setelah dilihat posisinya, leher rahim dipulas dengan asam asetat 3-5%, selama 1 menit. Pemberian ini tidak menyakitkan dan hasilnya langsung saat itu juga dapat disimpulkan Normal (Negatif), atau Positif (ada lesi pra-kanker). Asam asetat atau dikenal dengan asam cuka berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen. Deteksi dini ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.

Kategori pemeriksaan IVA ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:

  • IVA negatif = Serviks normal.
  • IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).
  • IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
  • IVA- Kanker serviks Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini.

Jika ditemukan ada kelainan pada Tes IVA, yaitu positif pra-kanker (gejala kanker), dapat diobati dengan krioterapi. Yaitu pengobatan dengan pendinginan (dengan gas dingin) efek samping ringan dan mudah diatasi. Jika setelah menjalani pengobatan masih didapatkan gejala yang mengganggu, kami sarankan Anda berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda untuk evaluasi lebih lanjut. Dengan demikian kelainan yang ada dapat segera diatasi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar