Sukses

Pembersih Kewanitaan

22 Jan 2015, 20:47 WIB
Wanita, 39 tahun.

Pembersih kewanitaan apa yang sehat & tidak berbahaya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pemakaian cairan pembersih vagina secara rutin dan dalam jangka waktu lama tidak dianjurkan karena dapat mengganggu lingkungan alami vagina. Cairan pembersih vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang ada pada vagina- bakteri 'jahat' vs flora normal/'baik'. Sebenarnya, bakteri 'jahat' terdapat di vagina, namun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan flora normal. Namun bila keseimbangan lingkungan vagina terganggu, maka bakteri 'jahat' tersebut akan meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut dapat memudahkan terjadinya infeksi.

 Sebenarnya, membersihkan dengan menggunakan air bersih saja sudah cukup, karena vagina memiliki mekanisme sendiri untuk pembersihan. Anda dapat membersihkan bagian luar vulva yang berambut dengan air dan sabun, namun untuk bagian vagina cukup dengan air bersih saja. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah iritasi dan alergi.

Perlu diketahui bahwa vagina secara normal mengeluarkan lendir yang sering disebut keputihan. Keputihan yang wajar adalah yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak banyak. Namun, jika keputihan menjadi tidak wajar, yaitu berwarna (putih susu, kekuningan, atau bahkan hijau), tercium bau dan banyak mengeluarkan lendir, sebaiknya Anda mengkonsultasikan diri ke dokter umum atau spesialis kulit dan kelamin terdekat untuk mengetahui penyebab jelasnya.

Untuk menambah pengetahuan bersama, berikut ini kami rekomendasikan beberapa tulisan yang disusun Tim Redaksi Medis Klikdokter.com  seputar kesehatan kewanitaan:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar