Sukses

Solusi Wajah berjerawat, Keputihan, dan BAB Berdarah

19 Jan 2015, 19:26 WIB
Wanita, 18 tahun.

dok saya mau tanya,gimana caranya ngilangin jerawat sama noda hitam di wajah... terus saya suka keluar banyak keputihan,itu kenapa ya dok??? kemarinnya nya juga ketika BABitu keluar darah dok??? mohon penjelasaannya... sebelumnya terima kasih

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda :

1. Cara mengatasi jerawat dan noda hitam di wajah

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan timbulnya jerawat, yaitu:

  • Stress

  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.

  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif

  • Keturunan dari orangtua

  • Bakteri di pori-pori kulit

Oleh sebab itu, pengobatan jerawat perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Masing-masing individu memiliki faktor pencetus yang berbeda-beda, sehingga penanganan pun harus benar-benar individualistik. Apa yang cocok pada orang lain, belum tentu cocok pada Anda dan begitu pula sebaliknya.

Kondisi kulit berminyak memang merupakan jenis kulit yang sangat berisiko untuk mengalami jerawat. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat membutuhkan waktu untuk dapat menunjukkan hasil optimal, biasanya sesudah 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan  kebersihan wajah. 

Memang pengobatannya membutuhkan jangka waktu lama dan kesabaran. Oleh karena itu, kami sarankan Anda tidak berganti-ganti dokter karena penanganan kulit berjerawat membutuhkan waktu yang lama dan terapi serta pemantauan yang konsisten. Jika berganti-ganti dokter, maka setiap dokter baru biasanya akan memulai pengobatan dari awal lagi. Untuk jerawat yang keras "jerawat batu" juga dapat dilakukan penyuntikan obat golongan kortikosteroid untuk mengempeskan jerawat nanti dapat diikuti dengan ekstraksi dari jerawat dan pemakaian krim. Tindakan ini hanya dapat dilakukan oleh dokter specialis kulit dan kelamin, jadi kami sarankan memang sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter kulit dan kelamin. 

Berikut adalah artikel-artikel kami mengenai tips mengatasi "Jerawat":

5 Bahan Alami Mengatasi Jerawat

8 Hal yang Harus Dihindari dalam Perawatan Jerawat

Diet Rendah Karbohidrat Baik untuk Jerawat

Stress dapat Memperparah Jerawat

2. Penyebab keputihan

Keputihan  atau dalam bahasa kedokterannya disebut fluor albus adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis/tidak normal adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Bagaimana dengan keputihan Anda?

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang dan keringkan menggunakan handuk.

Perlu diketahui bahwa keputihan dapat saja merupakan infeksi menular seksual. Bila disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka baik Anda maupun pasangan (suami) perlu diobati juga agar pengobatan tuntas.

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti.

3. BAB berdarah

Buang air besar yang normal seharusnya tidak mengeluarkan darah. Bila mengeluarkan darah, perlu diperhatikan: Apakah darah keluar setelah selesai buang air besar? Menetes? Berapakah perkiraan banyak darah yang keluar? Ataukah darah keluar bersamaan dengan tinja? Apakah disertai rasa nyeri perut? Adakah rasa nyeri di daerah anus? Apakah mengalami kesulitan buang air besar? Apakah diare?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab karena buang air besar dengan darah dapat menjadi pertanda dari beberapa jenis penyakit, seperti infeksi (disentri), hemoroid (ambeien), atau kanker kolon.

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter. Dokter dapat melakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan. Penegakkan diagnosis secepat mungkin dapat mencegah banyak komplikasi yang tidak diinginkan. Anda juga dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dan optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar