Sukses

Bila Anak Terkena Muntaber

30 Dec 2014, 10:07 WIB
Wanita, 6 tahun.

dok anak saya sekarang mengalami muntaber dak lama setelah itu cuma muntah sering setiap kali setelah makan atau minum,bagaimana cara menanganinya dok?saya memberinya vometa untuk menahan muntahnya ,amankah dok?saya mempuasakan selama 30 menit dan baru memberinya cairan,makanan apa saja yg mesti diberikan dan dihindari dok?mohon bantuannya ya dok?anak saya juga mengalami kram kaki kadang2

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Muntaber adalah istilah awam dari keluhan muntah dan diare yang dialami Anak akibat gangguan pada saluran cerna.

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Penyebab muntaber Dapat disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)

  • bakteri

  • infeksi parasit

  • obat-obatan (kafein, alkohol)

  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)

  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)

  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang biasanya menyertai diare, antara lain:

  • tinja yang cair atau lunak

  • sering buang air besar

  • nyeri perut

  • demam

  • darah di dalam tinja

selain itu, gejala lain seperti mual dan muntah dapat menyertai diare yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Dalam penangannya, hal yang pertama harus Anda perhatikan adalah Pastikan tanda-tanda dehidrasi, cegah perburukan dan bawa ke fasilitas kesehatan :
Tanda-tanda dehidrasi pada anak :

  1. Tanpa dehidrasi: sadar, mau minum normal, kelopak mata normal, air mata banyak, mulut tidak kering, kulit tidak keriput. Urin normal. Berat badan turun<5%. Terapi penggantian cairan rehidrasi oral (CRO) 10ml/kgBB/setiap diare; 2-5ml/kgBB setiap muntah.

  2. Dehidrasi ringan-sedang : rewel, gelisah, tampak kehausan dan minum dengan cepat, kelopak mata cekung, air mata berkurang, mulut kering, kulit pucat, urin berkurang, berat badan turun 5-10% dari BB sebelumnya. Diberikan rehidrasi dengan CRO 75mg/kgBB/3jam dan penggantian cairan sama seperti dehidrasi ringan.

  3. Dehidrasi berat : lemah, tidak sadar, tidak mau minum, kelopak mata sangat cekung, sangat kering, kulit pucat, berat badan turun>10%bb sebelumnya. Terapi rehidrasi dengan cairan intravena (infus) untuk itu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Bila sudah dipastikan tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau dehidrasi sudah teratasi, dicari penyebab diarenya. Bila penyebabnya adalah virus, diare dapat sembuh sendiri dan yang paling penting adalah istirahat dan minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Bila penyebabnya adalah bakteri, dapat diberikan antibiotik

Hal yang sangat penting dalam penanganan diare adalah mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang keluar dan masuk. Setiap kali BAB, langsung berikan minum untuk mengganti cairan yang keluar. Selain kehilangan cairan, diare juga menyebabkan kehilangan kandungan elektrolit tubuh, karena itu bila terdapat dehidrasi dan asupan cairan kurang, perlu diganti dengan pemberian cairan infus.

Bila terdapat tanda-tanda dehidrasi pada anak Anda, atau anak tidak bisa minum dan muntah terus-menerus, kami sarankan untuk segera membawa anak Anda ke dokter terdekat untuk mendapat pengobatan optimal.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar