Sukses

Usia Yang Berpotensi Terserang Kanker Servix

21 Jan 2015, 00:13 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok,sy tari dr jambi.sy mw tny,apkah usia sperti sy bs jg brpotensi trkena kangker serviks?

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, izinkan Kami untuk sedikit menjelaskan tentang kanker mulut rahim atau dalam istilah kedokteran disebut kanker serviks. 

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker serviks adalah 52 tahun, dan distribusi kasus mencapai puncak 2 kali pada usia 35-39 tahun dan 60 – 64 tahun.

Kanker serviks pada tahap awal kanker serviks biasanya tidak menunjukkan tanda dan gejala. Inilah mengapa pemeriksaan menjadi sangat penting. Tanda dan gejala kanker serviks pada tahap lanjut antara lain:

  • Pendarahan pada vagina ketika berhubungan, saat tidak dalam periode datang bulan atau setelah menopause.
  • Basah atau keluar darah pada vagina yang kental dan berbau.
  • Sakit pada pinggul atau nyeri ketika berhubungan.

Secara umum kanker terjadi karena mutasi sel normal menjadi sel yang tidak normal. Sel yang normal akan tumbuh dan melipatgandakan secara teratur. Akan tetapi sel kanker tumbuh dan melipatgandakan diri secara tidak terkontrol dan sel tersebut tidak mati. Akumulasi dari sel tersebut akan menjadi besar dan disebut dengan tumor. Sel kanker menyerang jaringan tubuh terdekat dan dapat memecah dari sumbernya untuk menyebar ke manapun di bagian tubuh.

Apa yang menjadi penyebab sel menjadi tidak normal dan berkembang menjadi kanker masih tidak jelas. Tetapi virus HPV memainkan peran dalam hal ini. Bukti menunjukkan bahwa virus HPV ditemukan pada semua kasus kanker serviks. Tetapi di sisi lain banyak pula wanita yang memiliki virus HPV tidak pernah mengalami kanker serviks. Ini berarti ada kemungkinan faktor lain juga memainkan peran, seperti genetik, lingkungan atau gaya hidup.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks antara lain:

  • Berhubungan seksual dengan banyak pasangan
  • Melakukan hubungan seksual saat usia dini
  • Penyakit seksual menular lain
  • Sistem imun tubuh yang lemah
  • Merokok

Anda dapat mengurangi risiko kanker serviks dengan mengambil tindakan pencegahan infeksi virus HPV. Gunakanlah kondom ketika berhubungan seksual karena hal tersebut dapat mengurangi risiko terinfeksi virus HPV.

Sebagai tambahan adalah dengan :

  • Menunda hubungan seksual sampai usia matang
  • Setia pada pasangan
  • Hindari merokok
  • Gunakan vaksinasi pencegah HPV
  • Ikuti prosedur pemeriksaan serviks (pap smear test)

Pemeriksaan rutin dan dini pada daerah serviks wanita merupakan kunci untuk mencegah kematian karena kanker serviks. Hal ini berkaitan dengan sifat penyakit yang tidak memberikan gejala pada stadium awal. Lebih dini ditemukan maka kanker serviks dapat lebih cepat ditangani dan harapan hidup meningkat lebih besar ketimbang jika kanker serviks baru diketahui pada stadium lebih lanjut. Pemeriksaan perlu dilakukan walaupun wanita tersebut merasa sehat.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain adalah Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), Tes Pap (Pap Smear), atauTes LBC (Liquid Based Cytology)/(Pemeriksaan sel berbasis cairan). Semua prosedur tersebut tidak dapat Anda lakukan sendiri, sehingga kami menyarankan untuk Anda melakukan pemeriksaan kepada dokter terdekat. Usia Anda memang tidak termasuk dalam risiko terjadinya kanker servix, tapi tidak menutup kemungkinan untuk terserang oleh penyakit ini pada usia tersebut, untuk itu kami sarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan dini deteksi kanker servix dan melakukan pencegahan dini penyakit tersebut.

Berikut ini kami sertakan beberapa artikel untuk menambah informasi Anda :

Pencegahan Kanker Serviks

Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim (Kanker Serviks)

Inilah Tes-tes Untuk Periksa Kanker Serviks

Serba-serbi vaksinasi HPV

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar