Sukses

Mengapa Alkohol Bisa Menyebabkan Sirosis Hepatis?

18 Feb 2015, 22:35 WIB
Wanita, 19 tahun.

Mengapa alkohol bisa menyebabkan sirosis hepatis? Apa yang ada didalam alkohol sehingga dapat menyebabkan sirosis hepatis?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh yang beratnya sekitar 1.5 kg pada pria dewasa. Hati memiliki fungsi yang sangat vital bagi manusia, salah satu fungsi pentingnya adalah proses detoksifikasi racun, bakteri dan semua zat berbahaya bagi tubuh yang berasal dari organ pencernaan. Karena makanan yang kita cerna pasti sangat penuh dengan bahan-bahan toksik, bakteri dll. Hati melakukan detoksifikasi agar zat-zat tersebut tidak berbahaya bagi tubuh.

Organ hati sangat terganggu dengan masuknya zat alkohol (methanol dan etanol) ke dalamnya. Karena alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan dielimiasi oleh organ hati. Oleh karena itu banyak mengkonsumsi alkohol dapat memperberat kerja hati dan merusak fungsi hati secara terus menerus dan perlahan. Sehingga akan menimbulkan kerusakan hati yang disebut alcoholic liver disease.

Hal yang perlu dikhawatirkan dari keadaan ini adalah progresivitas keadaan ini yang dapat menjadi lebih parah dan berkembang menjadi sirosis hati (liver cirrhosis). Sirosis hati merupakan komplikasi yang dapat terjadi akibat peminum alkohol yang kronis atau terus menerus. Sirosis hati ditandai dengan perubahan jaringan hati menjadi kasar dan kehilangan fungsi. Jaringan hati menjadi kaku, rusak dan kasar. Keadaan sirosis hati ini dapat berkembang terus menjadi hipertensi portal yang ditandai dengan pembesaran pembuluh darah pada daerah perut (caput medusa) kemudian terjadi penumpukkan cairan yang sangat banyak di dalam rongga perut yang dikenal dengan istilah asites. Belum lagi sirosis hati dapat berkembang menjadi kanker hati yang sangat mematikan.

Oleh karena itu alangkah bijaknya (bagi pecandu alkohol) untuk berhenti mengkonsumsi alkohol demi kebaikan dan kesehatan diri sendiri.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar