Sukses

Pendarahan Saat Berhubungan Seksual

03 Nov 2014, 17:16 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok saya ini baru sj menikah skitar 1 minggu yg lalu. Yg jd pertanyaan saya, saat setelah berhubungan dgn suami. Miss V saya mengeluarkan darah, awalny saya pikir wajar saat melakukan utk pertama kali. Tp beberapa hari belakangan ini setiap selesai berhubungan miss v saya masih mengeluarkan darah. Klo berdasarkan kalender tgl segini memang biasany merupakan siklus haid saya. Tp klo memang saya lg haid kok darah yg keluar tidak banyak seperti biasany? Hanya keluar sesekali dan hanya seperti flek saja. Saya jd bingung dok. Darah yg keluar itu darah dr selaput di miss v ato merupakan darah haid ?? Terima kasih sebelumny dok.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan yang Anda rasakan adalah keluar lendir darah saat berhubungan intim. Apakah darah yang keluar banyak seperti darah haid? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah saat anda berhubungan saat itu darah haid sudah benar-benar tidak keluar? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). 
Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Saran kami adalah Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. 

Salam,

 

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar