Sukses

Penis Tidak Bisa Keras

19 Jan 2015, 01:20 WIB
Pria, 22 tahun.

dok knpa ya mr.P saya saat hubungan intin. itu mr.P nya gak keras

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik.

Disfungsi ereksi diakibatkan adanya gangguan psikis dan organis. Psikis jika adanya faktor kejenuhan, kejengkelan, kekecewaan, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual hingga rasa takut gagal yang terpicu dari kurangnya rasa kepercayaan diri. Sedangkan gangguan organis terjadi akibat adanya penyakit diabetes, kolesterol, hipertensi, kelainan pembuluh darah, kelainan persarafan, obat-obatan, kelainan pada penis. 

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Obat-obatan apa saja yang Anda konsumsi secara teratur? Mungkin saja salah satu dari obat yang Anda konsumsi tersebut merupakan penyebab dari disfungsi ereksi. Anda dapat berkonsultasi mengenai hal ini kepada dokter spesialis jantung Anda.

Mengenai terapi gelombang kejut pada impotensi, meskipun dari hasil penelitian didapatkan hasil yang cukup memuaskan, namun terapi ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan setiap orang dengan masalah disfungsi ereksi. Hanya penderita disfungsi ereksi akibat masalah pada pembuluh darah (vaskulogenik) yang dapat diterapi dengan menggunakan gelombang kejut, karena pemberian gelombang kejut diduga mampu memicu pertumbuhan pembuluh darah baru yang selanjutnya dapat memperbaiki masalah pembuluh darah yang menjadi latar belakang timbulnya disfungsi ereksi.  Selain itu penelitian ini merupakan penelitian dalam skala kecil sehingga kefektivitasannya masih perlu dipertanyakan.

Untuk keluhan yang Anda alami, kami sarankan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis andrologi guna penanganan lebih lanjut. 

Berikut kami sertakan artikel terkait disfungsi ereksi:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar