Sukses

HIdup Tanpa Kantung Empedu

18 Jan 2015, 23:55 WIB
Pria, 30 tahun.

Apakah bisa hidup normal apabila tanpa kantung empedu?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya izinkan kami membahas mengenai  organ empedu. Empedu merupakan salah satu organ pencernaan manusia. Di dalam empedu terdapat kandung empedu. 

Kandung empedu terlibat penuh dalam proses terbentuknya cairan empedu yang disemprotkan ke dalam usus untuk membantu proses pencernaan, terutama makanan yang berlemak, di akhir terowongan usus, cairan ini akan ditarik kembali untuk dipakai ulang. Perlu Anda pahami bahwa cairan empedu terbuat dari kolesterol, yang tentunya diambil dari kolesterol dalam darah manusia.

Jika kolesterol terlalu menumpuk, maka akan terjadi proses saturasi dan pembentukan batu di dalam kandung empedu, batu ini bisa menyumbat saluran yang harus dilewati cairan empedu dan menimbulkan rasa nyeri di area perut dibagian atas. Nyeri dirasakan terutama jika mengkonsumsi makanan berlemak. 

Berikut pencegahan terjadi batu empedeu:

  1. Kurangi konsumsi makanan berlemak (termasuk makanan bersantan, gorengan) 
  2. Makanlah makanan yang tinggi akan serat, seperti gandum dan sayur-sayuran. makanan tinggi serat ini akan mengikat cairan empedu sehingga tidak bisa digunakan ulang, sehingga empedu terpaksa mengambil kolesterol baru untuk diolah menjadi cairan empedu, hal ini berarti kadar kolesterol di darah akan otomatis turun. 

Penanganan batu empedu dapat berupa pengobatan dan operasi. Pada penanganan dengan pengobatan (menghancurkan atau melewatkan batu empedu ke saluran cerna selanjutnya) maka terdapat kemungkinan untuk terjadi kekambuhan. Hal ini berkaitan karena kandung empedu masih ada, sehingga dapat terjadi batu kembali. Kekambuhan juga lebih sering terjadi pada pasien yang pernah mengalami batu empedu multipel. Penanganan yang paling baik yang saat ini direkomendasikan untuk mencegah kekambuhan adalah dengan melakukan pengangkatan kandung empedu. 

Normalnya Organ hati memproduksi empedu untuk membantu pencernaan makanan. Jika kandung empedu diangkat, cairan empedu akan mengalir dari hati menuju langsung ke saluran empedu dan akhirnya ke usus halus, tanpa disimpan terlebih dahulu di kandung empedu. Karena setelah pengangkatan kandung empedu, aliran empedu ke usus halus menjadi lebih sering, maka tinja mungkin lebih lunak atau frekuensi buang air besar meningkat.

Belum ada laporan bahwa seseorang yang telah diangkat kandung empedunya akan menjadi faktor resiko dari penyakit lain. Hanya saja untuk menjaga badan tetap sehat dan terhindar dari gejala-gejala yang mungkin muncul setelah kandung empedu diangkat, Anda disarankan untuk diet rendah kolesterol, yaitu rendah lemak, berminyak atau gorengan disertai dengan aktivitas olah raga teratur.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar