Sukses

Anak Tidak mau Makan

15 Jan 2015, 18:20 WIB
Wanita, 1 tahun.

anak saya tidak mau makan gimana cara mengatasinya

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi di Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda terhadap kondisi anak Anda. Bagaimana dengan aktivitas anak Anda? Apakah anak Anda tergolong anak yang aktif? Bagaimana dengan jadwal makannya? Apakah anak Anda sudah makan makanan utama (nasi, lauk, sayur) dengan jadwal yang teratur, 3x sehari, disertai camilan di sela-sela jadwal makan utama? Apakah anak Anda mau makan makanan utama atau hanya makan makanan camilan saja? apakah anak anda memiliki keluhan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, diare atau keluhan lainnya?

Pada dasarnya, anak-anak dalam usia pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan kalori yang mencukupi. Kebutuhan akan sayur dan buah juga penting untuk asupan vitamin dan mineral. Hingga usia 10 tahun, anak-anak membutuhkan 100 kalori setiap kilogram berat badannya. Bila anak Anda cukup aktif (sering berlari-lari, bermain) maka membutuhkan tambahan sekitar 400 kalori lagi. Sehingga anak Anda membutuhkan 1400 kalori setiap harinya. Hal ini dapat dipenuhi dengan porsi makan 3x sehari dengan takaran 1 piring nasi dengan jumlah nasi yang cukup besar, jumlah lauk yang cukup besar dan sayur. Di sela-sela jadwal makan 3x sehari dapat diberikan camilan seperti bubur kacang hijau, puding buah, kue. Dengan demikian kebutuhan kalorinya dapat terpenuhi. 

Beberapa hal yang kerap menyebabkan anak tidak mau makan diantaranya adalah :

  • Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, chiki,dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan dan juga tentu saja berat badan tidak akan bertambah mengingat kurangnya gizi yang terkandung di dalam jajanan tersebut?Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu makan tiba. Beri juga ?cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu
  • Minum susu terlalu banyak. Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan "dewa" yang bisa menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur & lauk pauknya. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu. Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah.?Tips : Kurangi susu! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah ?melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua
  • Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.?Tips : Variasikan menu makan anak baik dari segi rasa, jenis ataupun tampilan makanan. Hal ini akan tergantung pintarnya ibu memberikan makanan bervariasi. Bila anak tidak mau nasi bisa diganti dengan roti, makaroni, pasta, bakmi, dll. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dengan lauk pauknya. Hias dengan aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu. Hal ini juga berlaku dengan alat-alat makan yang digunakan, mungkin Anda dapat mencoba mangkuk, piring atau gelas yang berwarna-warni dengan gambar-gambar yang anak Anda sukai.Hal ini mungkin dapat membantu menciptakan suasana makan yang menyenangkan.
  • Anak sedang dalam fase 'negativistik'. ?Pada usia >2 th, anak sering "membangkang"/ tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang "gak mau", makanannya suka dilepeh atau dilempar. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk "independent". Banyak orangtua yang tidak memahami hal ini, sehingga khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Semakin anak pada usia ini dipaksa, justru akan makin melawan. Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan.?Tips : Pahami kondisi anak dengan baik. Jangan memaksa, tetapi juga tidak membiarkan ?begitu saja. Bina komunikasi yang baik dengan anak. Bersabarlah menghadapi anak.
  • Anak sedang sakit / sedih?. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih.?Tips : Jangan paksakan anak bila tidak mau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, ?seperti pastel tutup bayam, dsb.

Apa kira-kira penyebab sulit makan pada anak Anda?

Masalah makan pada anak 'badut' (bawah dua tahun) adalah memberikan makan dengan waktu seperti bayi (usia kurang dari 1 tahun), yaitu setiap 3 jam.

  1. Sebaiknya susu hanya diberikan pagi dan malam sebelum tidur
  2. Pukul 9-10 pagi berikan buah/jus buah
  3. Siang hari berikan nasi lembek dengan sayur dan daging cincang, dan
  4. Sore hari berikan roti dengan jus buah atau nasi lembek.

Perlu diingat bahwa nafsu makan anak 'badut' (bawah dua tahun) umumnya mulai berkurang, tapi hal itu normal dialami. Cobalah menyiasati pola makan anak Anda seperti tertulis di atas. Diharapkan dengan menerapkan tips tersebut, masalah makan anak Anda dapat teratasi dengan baik. Agar mendapatkan penilaian yang lebih menyeluruh, bawalah anak Anda ke dokter.

Selain hal-hal di atas Anda juga perlu memperhatikan waktu istirahat anak karena apabila anak terus menerus bermain tanpa istirahat atau tidur siang, akan sulit menaikkan berat badan karena metabolisme tubuh akan bekerja sempurna ketika anak sedang tidur. Pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan (nutrisi, hormonal, dan psikologis). Tetaplah kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yang baik, terus belajar menjadi orangtua & memahami kondisi anak, serta bersabar. Berikut adalah contoh jadwal makan anak sesuai usianya: https://www.klikdokter.com/tumbuhkembanganak/read/2010/07/05/78/jadwal-makan-bayi

Untuk panduan informasi lengkap Anda mengenai tumbuh kembang anak, Anda dapat mengunjungi Rubrik Tumbuh Kembang yang kami miliki, Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak Anda untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung.

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Semoga Anda sekeluarga sehat selalu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar