Sukses

Nyeri Dada dan Telapak Tangan Berkeringat

28 Jan 2015, 20:09 WIB
Pria, 22 tahun.

Kepada Yth. Dokter yang terkait di klikdokter.com Akhir aklhir ini saya merasakan keluhan nyeri dan kelemahan disekitar area dada saya setelah saya beraktivas fisik seharian, terus juga di area kedua telapak tangan saya sering mudah berkeringat secara tiba-tiba walaupun saya sedang duduk, berbaring atau sedang tidak melakukan aktivitas apapun. mohon untuk segera dijawab dan dijelasakan pertanyaan saya ini, terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keluhan nyeri di dada  dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan kulit, otot, tulang, paru-paru, gangguan pada lambung juga terkadang dapat menimbulkan rasa tidak enak pada dada, gangguan pada payudara, kelainan pada dinding paru-paru, atau pada organ2 dada lainnya. Bagaimana dengan nyeri dada yang Anda rasakan? Berapa lama biasanya rasa sakit atau nyeri pada dada Anda rasakan?

Salah satu penyakit yang dapat diderita seseorang dengan nyeri dada adalah gangguan psikosomatis yang dapat berbeda untuk setiap orang.

Gangguan psikosomatis adalah terjadinya keluhan fisik namun tidak ditemukan adanya gangguan fisikal yang dapat menjelaskan penyebab dari keluhan tersebut. Sindroma ini diklasifikasikan sebagai bagian dari neurotik, gangguan yang berkaitan dengan stres, dan gangguan somatoform oleh World Health Organization. Keluhan seseorang mengarah ke psikosomatis bila tidak ditemukan kelainan baik fisik maupun pemeriksaan fisik dan penunjang. Selain itu keluhan tersebut tidak membaik dengan berbagai obat-obatan yang sudah diberikan.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian yang disebut dengan Angina. Penyebab nyeri adalah berkurangnya aliran darah ke jantung. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti: merokok, kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi, riwayat keluarga menderita penyakt jantung koroner pada usia muda (< 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).  

Kami menyarankan apabila nyeri dada berlnjut, coba lakukan pemeriksaan X-ray atau pemeriksaan EKG untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit pada dada.

Mengeluarkan keringat berlebih disebut juga dengan hiperhidrosis. Hiperhidrosis terdapat dalam 3 bentuk: diinduksi oleh emosi (umumnya terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak), lokal, atau umum. Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 yaitu : 

  1. Hiperhidrosis fokal primer yaitu kondisi dimana keringat berlebih terjadi pada area tertentu dari tubuh (fokal) di kedua sisi tubuh (umumnya). Lokasi yang sering adalah telapak tangan dan kaki, lengan, kepala, dan wajah.

  2. Hiperhidrosis Idiopatik Generalisasi yaitu kondisi dimana seluruh area tubuh mengeluarkan keringat berlebih.

  3. Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi yaitu kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain atau kondisi lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke. Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur.

Anda mungkin mengalami hiperhidrosis fokal primer yaitu hiperhidrosis pada telapak tangan yang tidak diketahui sebabnya dan umumnya diobati dengan obat-obatan, kecuali bila Anda memiliki faktor risiko yang saya sebutkan di hiperhidrosis nomor 3. Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

  1. Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakukan.

  2. Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan

  3. Suntikan Botulinum tipe A. Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari

  4. Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan risk and benefit

  5. Operasi. Hal ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya. Operasinya dinamakan Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS). Operasi hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil

Berikut kami sertakan artikel untuk menambah informasi mengenai keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar