Sukses

BAB Berdarah dan Mual Muntah

24 Dec 2014, 21:44 WIB
Pria, 44 tahun.

Cara mengatasi dan obat penyakit maag kronis, muntah dan berak darah

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.


Buang air besar yang normal seharusnya tidak mengeluarkan darah. Bila mengeluarkan darah, perlu diperhatikan: Apakah darah keluar setelah selesai buang air besar? Menetes? Berapakah perkiraan banyak darah yang keluar? Ataukah darah keluar bersamaan dengan tinja? Apakah disertai rasa nyeri perut? Adakah rasa nyeri di daerah anus? Apakah mengalami kesulitan buang air besar? Adakah diare? Apakah Anda sering mengkonsumsi obat/jamu penghilang nyeri?
Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab karena buang air besar dengan darah dapat menjadi pertanda dari beberapa jenis penyakit, seperti gastritif erosif (perlukaan lambung), infeksi (disentri), hemoroid (ambeien), atau kanker kolon.


Pada infeksi (disentri) biasa disertai dengan diare, nyeri perut dan terkadang demam dan darah biasanya keluar bersamaan dengan tinja. Pada hemoroid biasanya darah keluar setelah selesai buang air besar, terdapat kesulitan buang air besar, darah sering kali hanya menetes, biasanya berwarna merah segar, dan dapat dijumpai adanya benjolan yang ikut keluar dari anus. Pada kanker kolon, biasanya darah keluar dalam jumlah agak banyak dan disertai rasa nyeri pada saat buang air besar, dapat disertai diare ataupun tinja yang berbentuk kecil-kecil. Pada gastritis erosif gejala nyeri seperti sakit maag hanya derajat nyeri lebih parah, bisa muncul mual, muntah, BAB berwarna hitam, dan memiliki riwayat mengkonsumi obat/jamu antinyeri.


Salah satu keluhan yang paling umum ditemui terkait nyeri daerah kiri atas yang menjalar ke daerah ulu hati adalah nyeri akibat organ lambung. Keluhan yang dialami pasien meliputi mual, muntah, perut begah dan nyeri ulu hati. Apakah anda memiliki riwayat nyeri ulu hati/ sakit maag?


Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam. Dokter dapat melakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan. Penegakkan diagnosis secepat mungkin dapat mencegah banyak komplikasi yang tidak diinginkan. Anda juga dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dan optimal.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 
Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar