Sukses

Gangguan Degenarasi

24 Dec 2014, 21:26 WIB
Pria, 20 tahun.

ibu saya umur 50th bb 55, tb 160, ibu saya sering blank pikiranya, sering seperti linglung, kadang normal lagi. tetapi tidak lupa

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.
 
Lupa merupakan gejala yang umum, bisa saja keluhan ini tidak memiliki landasan kelainan yang mengkhawatirkan. Seringkali, lupa terhadap sesuatu diakibatkan karena kurangnya konsentrasi seseorang terhadap hal yang sedang dikerjakannya, karena melamun, atau karena sedang melakukan beberap hal dalam saat yang bersamaan. Bila riwayat kepala sering terbentur terjadi tanpa adanya masalah atau trauma pada otak, maka seharusnya tidak menyebabkan masalah atau gangguan otak karena kepala memiliki pelindung yang kuat. Jika benturan tidak terlalu keras maka tidak menyebabkan masalah.
 
Kehilangan memori yang lebih serius juga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi otak, efek samping obat, cedera di kepala, alkoholisme, diabetes, stroke, penyakit hipertiroid, dan defisiensi vitamin B-12.
 
Penyakit lupa memang ada, namanya alzheimer, namun biasanya penyakit ini menyerang orang tua. Gejalanya mencakup hilangnya memori secara perlahan terhadap peristiwa baru dan kesulitan mempelajari informasi baru dan sulit fokus. Selain itu biasanya  ditemukan perubahan perilaku seperti perubahan emosi, depresi, cemas, takut, dan ketergantungan yang berlebihan terhadap seseorang.
 
Berikut ini adalah tips-tips agar tidak mudah lupa:
Coba latih otak Anda tetap aktif dengan melakukan latihan yang mengasah otak seperti mengisi teka-teki silang, bermain scrable, puzzle, menulis, berlatih musik, dll.
Latihan mengingat. Cobalah ingat dan sebutkan beberapa kali nama orang setelah perkenalan atau cobalah mengingat angka.
Fokuskan perhatian. Terlalu banyak yang dipikirkan atau melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu (multi-tasking) dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi dan tidak fokus. Cobalah fokus dan kerjakan satu persatu untuk mendapatkan hasil maksimal.
Makan makanan yang tinggi antioksidan, zat besi, dan rendah lemak. Kekurangan zat besi/ anemia defisiensi besi dapat menyebabkan penurunan kognitif /kecerdasan. Namun konsumsi zat besi harus hati-hati, jika kelebihan justru akan meningkatkan risiko alzheimer's.
Olahraga teratur 3x/minggu selama minimal 30 menit setiap sesinya. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otak.
Istriahat cukup. Saat tidur, terjadi proses konsolidasi memori pada otak. Kurang tidur akan menyebabkan gangguan memori dan kehilangan konsentrasi.
Hindari stres. Stres dapat mengganggu proses pembentukan memori.
Berhenti merokok! Rokok dapat meningkatkan risiko demensia dan penyakit berbahaya lainnya.
Buatlah agenda yang berisi jadwal/janji penting dan apa saja yang akan Anda lakukan agar Anda tidak lupa.
 
Kemampuan untuk berkonsentrasi dan berfokus juga dapat dilatih dan dibantu dengan makanan dengan nutrisi yang baik dan seimbang. Namun, jika keluhan memang sangat mengganggu maka sebaiknya mengunjungi dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan menyeluruh.

Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Salam 

0 Komentar

Belum ada komentar