Sukses

Mengatasi Kolesterol Tinggi

08 Jan 2015, 18:38 WIB
Pria, 69 tahun.

Dokter, saya selalu secara rutin memeriksakan kolesterol total hasilnya selalu diatas 200, pada waktu awal kerja kolesterol total saya selalu berkisar 300, namun saya tidak merasakan akibat atau gejala apapun pada tubuh saya, enak-enak saja, karena sekarang sudah usia tinggi, terakhir kisaran kolesterol total saya antara 220-250, yang saya tanyakan bagaimana menurunkan kolesterol saya dibawah 200 atau sekitar 200 ? Berbahayakah kalau kolesterol saya sekarang sekitar 250, padahal akibat dan gejala pada tubuh tidak terasa apa-apa. Perlu diketahui bahwa saya memang tidak ada hobi olah raga, dan sepanjang ini selalu mencegah makanan yang meninkatkan kolesterol. Apakah berbahaya bila kondisi saya kolesterol tinggi, tidak terasa apa-apa, saya sehari-hari sehat-sehat saja, olah raga saya adalah karena sudah pensiun, setiap hari pagi sesudah shalat kerja bersih - bersih rumah yang memakan waktu antara 1-2 jam, meskipun dirumah ada pembantu saya tetap secara rutin bersih-bersih, termasuk kerja di dapur membantu isteri cuci-cuci di dapur.

Terimakasih karena Anda telah memilih untuk menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Tingginya kadar kolesterol dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu faktor keturunan dan pola hidup seperti kebiasaan makan, olah raga dan lain-lain. Untuk dapat menurunkan kolesterol, hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengubah pola hidup: rajin berolah raga (disarankan minimal 5x/minggu), banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran. kurangi makanan fast food / junk food. Kadar kolesterol yang dikatakan normal adalah < 200 mg/dL. Meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh sebenarnya tidak memberikan gejala apapun. Pada beberapa orang yang sensitif biasanya akan timbul gejala sakit kepala, akan tetapi hal ini tidak terjadi pada kebanyakan orang. Meskipun kolesterol tinggi jarang menimbulkan gejala namun hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti penyakit metabolik, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah dan berbagai penyakit lainnya. Untuk itu, untuk 3 bulan pertama dianjurkan untuk melakukan modifikasi gaya hidup dengan pola makan, istirahat dan olahraga yang baik.

Makanan yang tinggi akan kolestrol terutama makanan yang mengandung saturated fat seperti makanan siap saji (seperti chicken nugget, burger, sosis) serta jenis-jenis daging, susu, mentega, roti, hati,  beberapa jenis seafood seperti udang, kepiting, oyster, cumi-cumi dan kerang.

Makanan rendah kolesterol diantaranya:

  • Ikan, unggas (ayam, bebek) tanpa kulit, dan potongan daging yang tidak mengandung lemak. Makanan dimasak dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus lebih baik dari pada digoreng
  • Hindari makanan jadi seperti sosis, bacon, salami. Batasi jenis makanan jerohan seperti hati, ginjal, otak
  • Gunakan susu, keju, yogurt rendah lemak. Gunakan margarin yang rendah lemak dibandingkan mentega.  Batasi kuning telur, putih telur dapat dimakan bebas
  • Makan sayuran dan buah potong (jangan dijus) serta bahan makanan yang terbuat dari gandum seperti oatmeal, roti gandum
  • Makanan seperti bawang mentah, salmon, almond, minyak zaitun, alpokat dianjurkan
  • Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C (pepaya, anggur, jeruk, brokoli) dan vitamin E (gandum, almond, kacang tanah)

Bahan makanan lain seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, ikan salmon, bawang putih, bayam, margarin, teh dan cokelat terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Selain itu, terdapat beberapa jenis buah yang dapat menurunkan kadar LDL atau yang biasa dikenal sebagai kolesterol jahat, seperti :

  • Jeruk nipis. Jeruk nipis banyak mengandung flavonoid, yaitu senyawa yang mampu memproduksi LDL. Flavonoid dapat pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang bombay, bawang merah, serta buah delima.
  • Apel. Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber beta glucan. Di dalam tubuh, beta glucan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan beserta kulitnya (apel dan pir), wortel, kapri, dan sayur-sayuran polongan lain (buncis, kecipir dan kacang panjang) polong-polongan kering (kacang hijau, kacnag merah, dan kacang tolo), serta beras merah.
  • Jambu biji. Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji merah kaya akan likopen yang ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol.
  • Alpukat. Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berperan meredam kolesterol darah.
  • Mangga. Vitamin C banyak terdapat dalam buah mangga. Vitamin C mencegah kolesterol jahat teroksidasi sehinga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.
  • Blueberry. Menurut para ahli kesehatan di Amerika, buah blueberry dapat dijadikan salah satu buah untuk membantu para pasien yang menderita kolesterol tinggi. Hal ini dibuktikan karena adanya kandungan senyawa  pterostilbene yang memiliki fungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh.
  • Anggur. Buah anggur mengandung zat catechin yang dapat menurunkan kolesterol.

Jika pada pemeriksaan ulang(evaluasi) setelah 3 bulan melakukan modifikasi gaya hidup, yaitu dengan memperbaiki pola makan dan oleh raga tidak dapat menurunkan kadar kolesterol maka diperlukan obat-obatan untuk menurunkan kolesterol. Namun untuk dapat memilik obat yang tepat perlu diketahuo profil lipid(kolesterol) Anda, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut. Anda juga dapat membaca lebih lanjut mengenai serba-serbi penyakit yang terkait dengan kolesterol dan tips mengatasinya pada Rubrik Kolesterol yang kami miliki.

Untuk diet yang tepat untuk mencegah kolesterol dapat Anda temukan dalam artikel artikel berikut ini.

Diet Kolesterol, Asam Urat dan Hipertensi

4 Makanan Turunkan Kolesterol

Kunjungi juga Rubrik Kolesterol yang kami miliki untuk informasi lengkap seputar kolesterol.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar