Sukses

Orang Yang Berambisius

15 Jan 2015, 10:12 WIB
Pria, 44 tahun.

dokter saya mau nanya nih.. nama saya andri sitohang dan saya ini orang yang berambisius akan hal yang saya suka dan saya juga GAMERS pecinta game ,, beberapa bulan yang lalu saya pernah bermain permainan WATCHDOGS yang d ceritakan jagoan nya ini adalah seorang hacker briliant dan stlah saya bermain dan menamatkan game tersebut saya terobsesi dan berniat skli menjadi seorang hacker yang briliant,, aneh nya tujuan itupun 35% tercapai ,, stlah berminggu2 saya ngga bermain game tiba2 temen saranin game ini dan saya mencoba game ini yang sgt populer sekali yaitu ASSASIN CREED assassin ini adalah seorang pembunuh bukan pembunuh lebih tepat nya pendekar membela kbnaran,, nah dia itu jago memanjat tebing dan memanjat tembok dan sgla nya atau d sebut PARKOUR,, dan stlah saya bermain hingga seminggu saya terobsesi lg DOK dan sgt niat aneh nya smua itu tercapai dok saya bisa memanjat rumah tanpa alat ataupun kekuatan ghoib dan saya juga bisa parkour.... APAKAH INI ANEH DOK? MAKASIH :) randisitohang@yahoo.co.id

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apa yang terjadi pada Anda dapat dikaitkan dengan hormon adrenalin yang tinggi.

Adrenalin adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. Tidak hanya gerak, hormon ini juga memicu reaksi terhadap efek lingkungan seperti suara derau tinggi atau cahaya yang terang. Reaksi yang kita sering rasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin dan keterkejutan. Reaksi ini dalam batas tertentu menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, mungkin juga menjadi sebuah hobi hingga disebut adrenaline junkie.

Adrenalin dilepaskan jika ada stimulasi terhadap sistem saraf simpatik yang merupakan bagian dari sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang memperantarai aksi-aksi dalam tubuh yang tidak disadari, seperti respon pernafasan, denyut jantung, pencernaan, berkemih, dll. Adrenalin terutama terlibat dalam reaksi “flight or fight”, yaitu situasi ketika seseorang merasa berada dalam bahaya yang membutuhkan kewaspadaan, atau akan lari dari situasi yang mengancam.

Pelepasan adrenalin ini akan memicu berbagai respon tubuh yang diperlukan untuk mengatasi situasi mengancam tersebut. Efek-efek apa saja yang terjadi, adalah;

  • Meningkatkat energi

Efek yang paling utama dari adrenaline rush ini adalah peningkatan kekuatan dan energi. Hal ini karena adrenalin (beserta kortikosteroid yang juga dilepaskan) akan meningkatkan kecepatan denyut jantung sehingga akan meningkatkan jumlah darah yang akan dipompa oleh jantung menuju seluruh tubuh (cardiac output), sehingga akan menghasilkan energi yang lebih banyak.

  • Pelepasan endorfin (analgesik alami)

Adrenalin juga akan memicu pelepasan endorfin, suatu senyawa morfin alami dari kelenjar pituitary dan hipotalamus di otak. Endorfin berefek menghilangkan rasa sakit, yang menyebabkan seseorang bisa melawan atau bahkan melarikan diri dalam keadaan terluka. Endorfin juga merupakan hormon yang memicu rasa senang (euforia), mirip seperti orang yang memakai morfin.

  • Menambah energi dengan peruraian glukosa

Adrenalin akan bekerja juga pada hati/liver untuk membongkar simpanan glikogen (gula otot) menjadi glukosa yang dibutuhkan untuk tenaga/energi dalam respon “flight or fight”. Selain itu, jika simpanan gula habis, simpanan lemak juga akan dibongkar untuk menambah energi.

  • Tekanan darah, pernafasan, dan keringat

Adrenalin juga akan meningkatkan tekanan darah dan kecepatan pernafasan, sehingga akan memperbanyak saturasi oksigen ke dalam otot. Jika otot mendapatkan lebih banyak oksigen, maka otot akan lebih kuat untuk bergerak atau melawan. Selain itu, adrenalin akan memicu pengeluaran keringat sehingga membantu mendinginkan otot yang “kepanasan” karena bekerja keras. 

  • Panca indra/sense

Adrenalin akan berefek pada mata menyebabkan dilatasi/pelebaran pupil mata, sehingga memberikan penglihatan yang lebih baik untuk melarikan diri atau menghindari bahaya. Indra yang lain seperti pendengaran juga akan meningkat, sebaliknya indra perabaan/sentuhan akan menjadi kebal/mati rasa. Hal ini akan membantu seseorang bertahan ketika terjadi bahaya seperti tergores, terbakar, atau terluka selama peristiwa yang mengancam.

  • Sistem pencernaan dan uriner

Aliran darah menuju sistem pencernaan akan berkurang selama pelepasan adrenalin, sehingga mengurangi kegiatan pencernaan, dan darah lebih banyak dialirkan ke otot dan otak. Aliran darah ke otak dan otot akan meningkatkan kekuatan fisik dan waktu bereaksi dalam menghadapi bahaya. Adrenalin juga memicu urinasi dan defekasi, ini yang menyebabkan BAK keluar sendiri saat dalam ketakutan

Namun, merupakan catatan yang penting bagi individu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau sakit jantung, kegiatan yang memicu adrenalin bisa berakibat fatal karena akan terjadi aksi berlebihan terhadap pembuluh darah dan jantung. Seperti disebut di atas, adrenalin akan meningkatkan tekanan darah dan memicu denyut jantung. Peningkatan tekanan darah secara mendadak dapat menyebabkan pembuluh darah pecah jika tekanan darah terlalu tinggi, apalagi jika sudah ada kerapuhan pembuluh darah sebelumnya.

Tidak hanya karena efek adrenalin yang tinggi, Anda juga perlu berhati-hati dalam aktivitas yang Anda lakukan. Jika memang memiliki resiko bahaya atau terjadinya kecelakaan yang tinggi, maka sebaiknya oerlu dihindari jika memang tidak ada manfaatnya.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar