Sukses

Pengobatan Dengan Omeprazole

14 Jan 2015, 14:03 WIB
Pria, 77 tahun.

pertanyaan : Apakah boleh obat maag OMEPRAZOLE capsule 20 mg diminum terus bertahun-tahun, dan apakah benar bisa menyebabkan OSTEOP0ROSIS. -Trimakasih-

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Omeprazole merupakan obat yang bekerja menekan sekresi asam lambung dengan menghambat H+/K+-ATPase (pompa proton) pada permukaan kelenjar sel parietal gastrik pada pH < 4. Omeprazole yang berikatan dengan proton (H+) secara cepat akan diubah menjadi sulfonamida, suatu penghambat pompa proton yang aktif. Penggunaan omeprazole secara oral menghambat sekresi asam lambung basal dan stimulasi pentagastrik.

Obat omeprazole ditujukan sebagai;

  • Pengobatan jangka pendek tukak duodenal dan yang tidak responsif terhadap obat-obat antagonis reseptor H2.

  • Pengobatan jangka pendek tukak lambung.

  • Pengobatan refluks esofagitis erosif / ulceratif yang telah didiagnosa melalui endoskopi.

  • Pengobatan jangka lama pada sindroma Zollinger Ellison.

Dosis yang dianjurkan 20 mg atau 40 mg, sekali sehari, kapsul harus ditelan utuh dengan air (kapsul tidak dibuka, dikunyah, atau dihancurkan). Sebaiknya diminum sebelum makan.

  • Penderita dengan gejala tukak duodenal : lama pengobatan memerlukan waktu 2 minggu, dan dapat diperpanjang sampai 2 minggu lagi.

  • Penderita dengan gejala tukak lambung atau refluks esofagitis erosif / ulseratif : lama pengobatan memerlukan waktu 4 mimggu, dan dapat diperpanjang sampai 4 minggu lagi.

  • Penderita yang sukar disembuhkan dengan pengobatan lain, diperlukan 40 mg sekali sehari.

  • Penderita sindroma Zollinger Ellison dosis awal 20-160 mg sekali sehari, dosis ini harus disesuaikan untuk masing-masing penderita. Untuk dosis lebih dari 80 mg sehari, dosis harus dibagi 2 kali sehari.

  • Pada penggunaan jangka panjang Omeprazole perlu diwaspadai efek sustained hypochlorhydria dan hipergastrinemia.

  • Untuk dosis lebih dari 80 mg per hari, dosis harus dibagi dua kali sehari.

  • Omeprazole sebaiknya tidak diberikan selama masa kehamilan dan menyusui kecuali apabila penggunaannya dianggap penting.   

Beberapa efek samping yang timbul pada penggunaan obat ini antara lain adalah diare, mual, sakit kepala, sembelit dan perut kembung(jarang). Pada sejumlah pasien, ruam kulit mungkin terjadi. Pada dosis besar dan penggunaan yang lama, kemungkinan dapat menstimulasi pertumbuhan sel ECL (enterochromaffin-likecells). Pada penggunaan jangka panjang perlu diperhatikan adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan di saluran pencernaan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar