Sukses

Magg Saat Hamil

05 Jan 2015, 22:16 WIB
Wanita, 31 tahun.

Says may Tanya saya sedang hamil & USIA kandungan akan memasuki 8 bulan,Dan says saya sekarang mengalami maag Dan perut kembung,pertanyaannya apakah saya boleh minum obat maag Dan perut kembung?kira2 obat jenis apa yang boleh saya minum untuk orang hamil,Karena saya punya riwayat penyakit maag.terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keluhan yang berasal dari pencernaan seperti yang Anda keluhkan seringkali dirasakan saat kehamilan. Perut perih, mual, rasa tidak nyaman, kembung, mual hingga muntah adalah kumpulan gejala yang termasuk dalam sindrom dispepsia. Dispepsia dalam kehamilan disebabkan karena adanya refluks /aliran balik dari cairan asam yang berasal dari lambung menuju esofagus. Lapisan pada esofagus biasanya dapat mengatasi cairan asam tersebut dalam jumlah wajar, namun jika terlalu banyak dapat menimbulkan peradangan pada lapisan tersebut sehingga pada akhirnya timbulah gejala-gejala dispepsia.

Adanya tautan yang terdapat diantara lambung dan esofagus (sphincter esofagus) dapat mencegah kejadian refluks asam lambung. Namun pada kehamilan, karena adanya peningkatan kadar hormon tertentu dapat menyebabkam sphincter tersebut menjadi lebih longgar sehingga dan kejadian refluks asam lambung menjadi sulit dicegah. Selain itu, ukuran bayi yang besar dapat meningkatkan tekanan dalam perut. Salah satu atau kedua fakta tersebut  dapat memicu timbulnya sindrom dispepsia. Sebelum mengatasinya dengan obat-obatan, perhatikanlah gaya hidup Anda. 

  • Hindari makanan yang pedas dan merangsang;seperti cokelat, minuman alkohol, minuman panas, kopi. 
  • Makanlah dalam porsi kecil namun sering
  • Berhenti merokok jika Anda seorang perokok
  • Perbaiki posisi duduk, jika Anda cenderung membungkuk, hal tersebut dapat memicu terjadinya refluks asam lambung
  • Jika Anda sering merasakan gejala saat tidur malam hari, sebaiknya Anda berhenti makan dan minum paling tidak 3 jam sebelum tidur.
  • Stop obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan yang mungkin menyebabkan timbul gejala. 

Jika perubahan gaya hidup tidak membantu, maka pertimbangkanlah obat yang dapat meredakan gejala. Golongan obat  lambung yang berisi Antasid yang dijual bebas di pasaran terbukti aman untuk digunakan oleh wanita hamil. Antasid biasanya digunakan sebagai terapi akut (saat gejala sedang muncul). Sehingga jika Anda tidak sedang mengalami serangan akut, antasid tidak perlu dikonsumsi. Konsumsi Antasid bekerja berlawanan dengan suplemen tablet besi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan. Konsumsi Antasid paling tidak dua jam sebelum atau sesudah konsumsi tablet besi. Sedangkan jika gejala menetap, dokter Anda dapat meresepkan golongan obat Ranitidine yang juga aman dikonsumsi ibu hamil. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar