Sukses

Deteksi HIV dan Paranoid

14 Jan 2015, 13:15 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, saya mau tanya. Kira" 6 bulan yg lalu saya melakukan sulam alis dan saya takut jarumnya tdk steril, lalu saya tes HIV 3 bulan setelah menyulam dan hasilnya non reaktif dan bulan ke 4 pun msh non reaktif. Tapi kata suster yang ada di situ virus HIV itu baru bisa terditeksi setelah bertahun-tahun lamanya.. Saya paranoid dok, skrg saya sering sariawan(susah sembuh), pusing dan diare.

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. HIV (Human Imunodeficiency Virus) merupakan suatu infeksi virus yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dengan mengahancurkan sel darah putih khusus untuk pertahanan tubuh. AIDS merupkan penyakit akibat virus HIV.

HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Bila Anda memiliki resiko tetular, untuk memastikannya Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV dalam waktu 3 bulan. Bila memang Anda melakukan kontak dengan penderita HIV, kami sarankan Anda untuk mencoba melakukan pengobatan profilaxis(pencegahan) yaitu dengan obat anti-HIV(Anti Retro Virus/ARV) selama 1 bulan. Namun sebelumnya lakukan konsultasi ke dokter penyakit dalam terlebih dahulu.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita HIV diperlukan adanya data wawancara medis secara lengkap, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksan darah. HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi. Namun, jika hasil skrining tes yang pertama hasilnya negatif maka masih terdapat kemungkinan pasien sedang berada dalam periode jendela. Periode jendela dari masa infeksi HIV biasanya berlangsung dari 3-6 minggu, tapi dapat mencapai 3-6 bulan. Untuk itu sebaiknya, Anda kembali memeriksakan diri 3 bulan dan 6 bulan kemudian.

Selama waktu tersebut, perlakukan diri Anda dengan baik karena pasien yang telah terinfeksi dan sedang berada dalam periode jendela telah dapat menularkan infeksi tersebut kepada orang lain. Anda sebaiknya mengambil tindakan untuk:

1. Tidak melakukan hubungan seksual (oral, anal atau genital).

2. Tidak buang air besar atau kecil sembarangan.

3. Tidak menggunakan sikat gigi atau pisau cukur bersama.

4. Jangan melakukan terapi akunpuntur, membuat tato atau menindik anting.

5. Jangan mendonorkan darah, organ atau sperma.

6. Menghentikan segala tindakan dengan jarum suntik.

Kami memahami kekhawatiran Anda, kami sangat menyarankan agar Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan yang akurat serta konseling untuk mengatasi kondisi kesehatan Anda serta mendapatkan penanganan yang sesuai. Dokter akan memandu Anda untuk mendapatkan penanganan yang baik dan optimal.

Mengenai rasa cemas dan paranoid yang Anda rasakan, Anda dapat mencoba beberapa tips untuk mengatasi serangan panik dan gangguan cemas yang Anda alami, seperti :

  • Cobalah untuk menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat serangan
  • Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya
  • Cobalah untuk membiasakan diri menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan Anda, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebut
  • Carilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan

Jika dengan beberaopa tips tersebut keluhan cemas yang Anda rasakan tidak juga membaik, mungkin Anda membutuhkan terapi dengan obat-obatan(medikamentosa). Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi masalah ini sebaiknya tidak digunakan di luar pantauan dokter untuk menghindari efek obat yang tidak diinginkan.

Saat ini kami sarankan Anda mengunjngi Dokter Spesialis Psikiatri untuk konsultasi lebih lanjut dan pemberian obat. Dokter akan membantu Anda dengan mendengarkan keluhan Anda dan membantu Anda mencari penyelesaian yang tepat untuk ketakutan Anda. Disamping akan meringankan biaya pengobatan, hal ini juga akan memberikan dampak yang lebih sehat bagi tubuh Anda. Mungkin Rasa cemas berlebihan dapat mengganggu konsentrasi, kualitas hidup dan terutama mengganggu sistem imunitas tubuh sehingga mudah sakit. Bila rasa cemas dan paranoid Anda semakin mengganggu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter specialis psikiatri (kejiwaan) agar mendapat tatalaksana yang optimal.

Kami lampirkan beberapa artikel untuk Anda baca terkait HIV: 

?Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar