Sukses

Mengobati Radang Sendi Karena Terjatuh

25 Dec 2014, 22:51 WIB
Pria, 24 tahun.

cara mengobati radang sendi kaki karena terjatuh.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Terdapat kelainan sendi akibat peradangan yang disebut dengan osteoarthritis atau dikenal awam dengan pengapuran (dengan kemungkinan penyebab radang karena rematik dan asam urat, riwayat trauma telah di singkirkan terlebih dahulu)

Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan sendi kronis (jangka lama) dimana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang rawan baru pada sendi. Kelainan ini merupakan suatu proses degeneratif pada sendi yang dapat mengenai satu atau lebih sendi.

Hal-hal yang dapat menjadi faktor risiko timbulnya OA antara lain :

  • Trauma, yaitu patah tulang yang mengenai permukaan sendi.
  • Pekerjaan yang menimbulkan beban berulang pada sendi.
  • Obesitas (kegemukan), yang menyebabkan peningkatan beban pada sendi, terutama sendi lutut.
  • Riwayat OA pada keluarga.
  • Densitas (kepadatan) tulang yang rendah.

Nyeri merupakan keluhan utama tersering dari pasien-pasien dengan OA yang ditimbulkan oleh kelainan seperti tulang, membran sinovial, kapsul fibrosa, dan spasme otot-otot di sekeliling sendi. Nyeri awalnya tumpul kemudian semakin berat, hilang timbul, dan diperberat oleh aktivitas gerak sendi. Nyeri biasanya menghilang dengan istirahat.

Kekakuan pada kapsul sendi dapat menyebabkan kontraktur (tertariknya) sendi dan menyebabkan terbatasnya gerakan. Penderita akan merasakan gerakan sendi tidak licin yang disertai bunyi gemeretak (krepitus). Sendi terasa lebih kaku setelah istirahat. Perlahan-lahan sendi akan bertambah kaku.

Sendi akan terlihat membengkak karena adanya penumpukan cairan di dalam sendi. Pembengkakan ini terlihat lebih menonjol karena pengecilan otot sekitarnya yang diakibatkan karena otot menjadi jarang digunakan.

Tatalaksana terhadap OA secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas. Terapi obat-obatan berupa antinflamsi non steroid merupakan penatalaksanaan utama pada OA. Pengobatan ini selain membantu menghilangkan gejala nyeri juga dapat mencegah perburukan yang dapat terjadi.Penyuntikan (injeksi) kortikosteroid pada sendi dapat mengurangi nyeri untuk sementara, namun injeksi ini tidak boleh sering diulang karena merupakan dapat menyebabkan destruksi tulang.

Fisioterapi bertujuan untuk memelihara mobilitas sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Memperkuat otot-otot di sekitar sendi dapat memberikan efek proteksi terhadap sendi yang terserang OA dengan meningkatkan penyerapan tekanan dan mengurangi beban terhadap sendi. Latihan yang dilakukan dapat berupa gerakan aerobik, namun tetap menghindari aktivitas yang memberatkan sendi. Latihan secara teratur dapat berguna dalam menurunkan berat badan yang pada akhirnya membantu perbaikan OA, mengingat obesitas merupakan salah satu faktor risiko OA.

Terapi operatif pada pasien OA diindikasikan apabila penatalaksanaan secara konservatif tidak memberikan hasil yang adekuat berupa peningkatan fungsi sendi yang terkena serta adanya kelainan yang progresif.

Untuk memastikannya dibutuhkan wawancara medis mendalam, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Untuk itu, Kami sarankan Anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter terdekat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar