Sukses

Sakit Kepala dan Terasa Bergoyang

13 Jan 2015, 14:02 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok mau tanya. saya sering merasakan sakit kepala yang berlebih dan mencengkram. dan apabila buat jalan kela terasa berat dan ikut goyang. badan terasa demam. apakah itu gejala sakit kepala biasa dan bisa diobati dengan obat-obatan yang dijual di pasaran? Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Dari keluhan yang anda sampaikan tampaknya yang anda alami ada lah vertigo. Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. 

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. 

Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.  

Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan penyakit yang sering ditemukan, dimana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit.  Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling diatas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya episode vertigo ini. 

Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam. 

Vertigo jenis ini mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat diatas bisa menyebabkan ngantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester kulit memiliki efek mengantuk yang paling sedikit.

Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam.  Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. 

Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba. 

Penyebab umum dari vertigo:

1. Keadaan lingkungan 

- Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)

2. Obat-obatan 

- Alkohol 

- Gentamisin

3. Kelainan sirkulasi 

- Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler

4. Kelainan di telinga 

- Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga   bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo) 

- Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri 

- Herpes zoster 

- Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga) 

- Peradangan saraf vestibuler 

- Penyakit Meniere

5. Kelainan neurologis 

- Sklerosis multipel 

- Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya 

- Tumor otak 

- Tumor yang menekan saraf vestibularis.

Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. 

Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga. 

Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. 

Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. 

Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

Tetapi apa yang kami sampaikan diatas hanyalah sebuah dugaan.Kami tetap menyarankan untuk adakan kunjungan pemeriksaan kepada dokter yang berkompetensi tepat untuk membantu kesehatan  Anda. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar