Sukses

Nyeri Saat BAB

13 Jan 2015, 10:03 WIB
Wanita, 24 tahun.

Saya mengalami perih dan sakit setiap BAB sudah selama 1 tahun. Saya sudah konsultasi dengan dokter bedah, tapi menurut dia tidak ada ambeien. Saya sudah makan berbagai obat, antibitotik dan salep tapi tetap perih. Bahkan obat untuk usus pun pernah dan tidak ada pengaruhnya. Tidak ada darah pada kotoran, dan BAB lancar setiap pagi. Apa yang harus dilakukan ya dok? Terimakasih.

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.  Bagaimana konsistensi kebiasaan BAB Anda selama ini? Apakah keras dan tidak rutin? Apabila bukan disebabkan oleh ambeien atau hemoroid, kami menduga keluhan nyeri pada BAB disebabkan oleh sembelit atau konstipasi.

Konstipasi atau sembelit adalah terhambatnya defekasi (buang air besar) dari kebiasaan normal. Dapat diartikan sebagai defekasi yang jarang, jumlah feses (kotoran) kurang, atau fesesnya keras dan kering. Semua orang dapat mengalami konstipasi, akibat gerakan peristaltik (gerakan semacam memompa pada usus) lebih lambat dan kemungkinan sebab lain. Kebanyakan terjadi jika makan kurang berserat, kurang minum, dan kurang olahraga.

Rasa perih yang Anda alami kemungkinan disebabkan oleh feses keras yang menggesek daerah dubur dan menyebabkan perlukaan. Luka tersebut dapat menyebabkan nyeri dan perdarahan.

Mencegah konstipasi secara umum dengan cara :

  • mengkonsumsi serat yang cukup. Serat yang paling mudah diperoleh adalah pada buah dan sayur. Beberapa di antaranya lebih baik bila dikonsumsi mentah, misalnya wortel, zucchini (disebut juga timun Jepang), dan kol. Sedangkan buah yang kaya serat antara lain apel, rasberi, dan peach. Anda dapat juga mengonsumsi agar-agar, makan cabe untuk merangsang gerak usus
  • Konsumsi cukup air (minimal 8 gelas/hari)
  • Olahraga teratur
  • Tidak menunda terlalu lama jika terasa hendak buang air besar

Banyak orang yang secara salah menganggap bahwa mereka harus buang air besar setiap hari. Yang paling penting adalah keteraturan buang air besar. Serat  sebaiknya dikonsumsi 25-35 g/hari. Olahraga teratur dapat menurunkan kejadian konstipasi sampai 2 kali lipat.

Jika tidak berhasil, maka dapat dipertimbangkan penggunaan laksatif, seperti psyllium, pectin, plantago, atau produk selulosa dapat digunakan. Agen ini menyerap air dari intestinal lumen untuk meningkatkan massa dan melunakkan konsistensi tinja. Terapi farmakologi lain adalah osmotic laksatif seperti magnesium hydroxide atau sodium biphosphate. Pengobatan ini harus dievaluasi oleh dokter selama 2-4 minggu.

Rasa sakit tersebut akan perlahan-lahan menghilang seiring dengan penyembuhan dari luka yang terjadi. Yang paling penting adalah memastikan BAB anda tidak keras dan tidak menggesek area dubur kembali. Apabila sangat nyeri, anda dapat mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri seperti asam mefenamat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar