Sukses

Jerawat dan Komedo

10 Dec 2014, 16:16 WIB
Wanita, 14 tahun.

Bagaimana cara mencegah komedo dan jerawat

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Pori-pori kulit merupakan saluran keluar dari kelenjar minyak (sebum). Pori-pori yang besar akan mudah tertutup oleh keringat, minyak, kulit-kulit mati, debu, dll, sehingga saluran kelenjar keringat kulit menjadi tersumbat dan meradang. Anda perlu membersihkan wajah secara rutin 2 kali sehari agar menghindari pembentukan komedo.

Komedo timbul akibat tersumbatnya kelenjar minyak (sebaceus gland), sehingga minyak yang dihasilkan (sebum) tidak dapat dialirkan keluar dan terbentuklah komedo. Sumbatan ini dapat terjadi akibat penumpukan sel kulit mati, akibat produksi minyak yang berlebih, atau akibat penggunaan kosmetik rias ataupun perawatan.

Apa yang harus dilakukan?

  • Rajin mencuci muka minimal 2x sehari dengan sabun yang tidak banyak menghasilkan banyak busa
  • Diet rendah lemak dan karbohidrat
  • Hidup teratur, sehat, olahraga 3x/minggu minimal 30 menit
  • HIndari stress
  • Gunakan kosmetik secukupnya, hindari kosmetik berbahan dasar minyak (foundation, BB cream, bedak padat)
  • Hindari hal yang dapat memacu kelenjar minyak: alkohol, makanan pedas, rokok
  • Hindari polusi udara
  • Hindari pemencetan komedo/jerawat karena dapat memperberat erupsi

Selain itu, Anda dapat melakukan facial (ekstraksi komedo) secara teratur setiap 2 minggu-4 minggu sekali untuk mengeluarkan komedo. Kami sarankan agar anda melakukan facial (ekstraksi komedo) di dokter spesialis kulit atau di klinik kecantikan kuit yang disupervisi oleh dokter terlatih.

Berikut kami akan menjelaskan mengenai jerawat. Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan kebersihan wajah.

Prosedur lainnya untuk menghilangkan komedo dan jerawat adalah mikrodemabrasi dan atau chemical peeling. Namun sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda dianalisa terlebih dahulu seperti jenis komedo dan jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi / kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Silahkan baca kumpulan artikel kami mengenai jerawat:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar