Sukses

Penyembuhan Erosi Serviks

13 Jan 2015, 16:29 WIB
Wanita, 29 tahun.

Selamat siang dokter, saya mau tanya untuk penyembuhan erosi serviek yang sudah melakukan cauterisasi servik bisa sembuh brp lama ? Dan setelah cauter bolehkah berhubungan intim terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya, kami akan mencoba sedikit menjelaskan tentang erosi serviks. Erosi serviks merupakan temuan yang umum pada pemeriksaan ginekologis rutin pada perempuan usia subur. Erosi didefinisikan sebagai ausnya jaringan. Serviks terdiri  2 tipe sel, bagian luar oleh sel skuamosa dan bagian dalam oleh sel glandular yang mensekresi mukus. Ketika terjadi erosi lapisan sel skuamosa digantikan oleh sel epitel kolumnar dari bagian dalam serviks. Keadaan ini menyebabkan jaringan lebih mudah terinfeksi atau mengalami inflamsi.

Keadaan ini umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun dapat ditemukan gejala berupa peningkatan sekresi mukus dari vagina atau perdarahan dari vagina. Penyebabnya umumnya tidak diketahui, namun dapat terjadi saat hamil, pasca melahirkan, atau penggunan kontrasepsi oral. Beberapa perempuan lahir dengan erosi serviks dan tidak menunjukkan gejala. Risiko terjadinya erois meningkat dalam keadaan stress, infeksi vagina berulang, dan obesitas.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi adanya abnormalitas jaringan. Bila ada kelainan yang didapatkan dari pemeriksaan pap smear akan dilakukan tindakan cone biopsy. Sedangkan bila hasil pap smear normal, dapat dilakukan tindakan operasi minor seperti cyrocauteterization atau electrocoagulation.

Sebagian besar erosi serviks terdapat pada perempuan yang tidak menunjukkan gejala, karena itu tidak memerlukan terapi khusus. Kelainan ini dapat sembuh sendiri tanpa terapi. Dibutuhkan waktu 3 bulan agar serviks dapat kembali normal. Namun, erosi dapat terjadi lagi. 

Sementara dalam proses penyembuhan, tidak dianjurkan berhubungan seksual dengan suami Anda, paling tidak hingga darah berhenti. Hal ini karena darah yang keluar dapat memperbesar resiko infeksi dan lama penyembuhan bertambah.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar