Sukses

Asthenoteratozoospermia

26 Dec 2014, 19:50 WIB
Wanita, 29 tahun.

Salam kenal dokter,kmrn suami saya baru saja melakukan tes analisa sperma di RS Harapan Kita dan hasilnya adalah "Asthenoteratozoospermia". Kemudian dokter kami memberikan rujukan ke spesialis andrologi. Yg ingin saya tanyakan, apakah kelainan ini bisa diatasi dengan obat, atau adakah solusi lainnya. Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Jumlah sperma yang normal berkisar 20 juta sperma/ml. Pergerakan sperma yang baik minimal 60% dari jumlah keseluruhan. Morfologi atau bentuk sel sperma yang normal minimal 30% dari keseluruhan. Volume semen  yang dikategorikan normal minimal 2 ml. Kadar fruktosa di dalam semen minimal 3 mg/ml dengan pH 7,2 - 7,8. Yang terakhir adalah likuofaksi atau proses denaturasi atau pemecahan protein dan mengakibatkan semen menjadi cair, kondisi ini sebaiknya berlangsung kurang dari 20 menit. Apabila lebih dari 30 menit maka mengindikasikan adanya infeksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan analisis spermasuami Anda, didapatkan hasil yaitu asthenoteratozoospermia yang memiliki arti sebagai berikut:

  • Gerakan sperma kurang disebut: ASTHENOZOOSPERMIA.
  • Bentuk sperma abnormal disebut: TERATOZOOSPERMIA.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang berhasil mengungkap penyebab terjadinya kondisi di atas. Kondisi tersebut lebih banyak berkaitan dengan masalah genetik dan belum diketahui penyebabnya. Sebaiknya Anda dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi (dokter khusus kesuburan pria) untuk evaluasi diagnostik dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Dalam kondisi seperti di atas, kemungkinan untuk mendapatkan keturunan cukup kecil, Anda dan suami mungkin dapat mempertimbangkan untuk mengikuti program bayi tabung sebagai pilihan untuk mendapatkan keturunan.

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung: 

  • Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)
  • Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria
  • Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma. 
  • Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur. 
  • Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan. 
  • Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar