Sukses

betis bengkak setelah olah raga

06 Jan 2015, 08:30 WIB
Wanita, 54 tahun.

Selamat malam dr, saya mau tanya, mengapa selalu setelah lakukan olahraga Body balance maupun yoga, betis kanan dan kiri saya bengkak? Terima kasih dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pembengkakan Otot betis sakit bisa disebabkan oleh 2 faktor, yakni cedera atau gangguan kesehatan. Dalam hal ini cedera bisa disebabkan trauma otot betis.

Ketegangan otot betis merupakan cedera umum yang mengakibatkan rasa nyeri. Kondisi ini terjadi saat otot-otot betis latihan berlebihan dan robek sehingga mengakibatkan pembengkakan, memar, dan nyeri akut. Nyeri akan makin parah saat berjalan, melakukan peregangan, atau berjinjit.

Sedangkan gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan gejala serupa;

  • Tendinitis Achilles merupakan iritasi atau peradangan yang terjadi pada tendon achilles. Keadaan ini bisa menimbulkan rasa sakit di betis dan rasa sakit akan bertambah saat berjalan atau melakukan latihan. Selain itu, kulit di atas tendon akan terasa hangat ketika disentuh.
  • Kista Baker bisa terbentuk akibatn adanya penumpukan cairan sendi di belakang lutut. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti nyeri dan kekakuan pada kaki
  • Trombosis vena dalam merupakan penggumpalan darah di pembuluh darah dalam tubuh. Bila terbentuk di kaki maka bisa mengakibatkan nyeri betis DVT yang menimbulkan nyeri, perubahan warna kulit, kulit terasa hangat, dan pembengkakan.

Dalam kasus Anda kemungkinan penyebabnya adalah akibat latihan berat. Untuk itu metode sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri, yaitu RICE.

RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression dan Elevation. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan untuk cedera akut, khususnya cedera jaringan lunak (sprain maupun strain, dan memar). Metode terapi RICE ini dilakukan secepat mungkin sesaat setelah terjadinya cedera, yaitu antara 48 sampai 72 jam segera setelah cedera terjadi.

R = REST

Rest artinya mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, sedangkan bagian tubuh yang tidak cedera boleh tetap melakukan aktivitas. Tujuan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera adalah:

  1. Mencegah cedera lebih lanjut
  2. Membuat proses penyembuhan luka lebih cepat

Segera setelah cedera sebaiknya jangan gunakan bagian cedera sama sekali atau istirahatkan total sekitar 15 menit. Kemudian, istirahatkan sampai nyeri pada cedera hilang, atau hingga 48 jam. 

I = ICE

Secara umum manfaat penggunaan es pada cedera jaringan lunak adalah:

  • Membatasi pembengkakan
  • Mengurangi nyeri
  • Mengurangi spasme otot

Pemberian es dilakukan dengan memasukkan pecahan es ke dalam kantung plastik seluas area cedera atau lebih. Setelah itu bungkus plastik dengan handuk yang sudah dibasahi, kemudian ditempelkan pada area cedera. Kemudian tutup dengan elastic verban melebihi permukaan dari kantung es tadi. Pemberian es sebaiknya dilakukan dalam waktu 10 menit atau sesegera mungkin setelah cedera selama 15 – 20 menit, kemudian diulang setiap 2-4 jam. Pemberian es secara berkala ini dilakukan selama 24 jam pertama setelah cedera.

C = Compression

Kompresi adalah aplikasi gaya tekan terhadap lokasi cedera. Kompresi digunakan untuk membantu aplikasi es dan membatasi pembengkakan yang merupakan faktor utama untuk mempercepat masa rehabilitasi. Oleh karena itu kompresi sering dikatakan sebagai bagian yang paling penting dari RICE. Aplikasi kompresi dilakukan dengan melilitkan elastic verban pada bagian cedera, yaitu dengan meregangkan verban hingga 75% panjangnya. Perlu diperhatikan saat melakukan pembebatan jangan terlalu ketat karena dapat menyebabkan gangguan sirkulasi dengan gejala-gejala seperti rasa baal, kesemutan, dan meningkatnya nyeri.

Lilitan ini harus meliputi seluruh area cedera dan diaplikasikan secara terus-menerus selama 24 jam pertama sesudah kejadian cedera. Dalam kasus dimana terjadi perdarahan, kompresi juga dapat membantu menghentikan perdarahan.

E = Elevation

Elevasi adalah meninggikan bagian yang mengalami cedera melebihi ketinggian jantung sehingga dapat membantu mendorong cairan keluar dari daerah pembengkakan. Elevasi juga akan membantu pembuluh darah vena untuk mengembalikan darah dari area cedera ke jantung sehingga mencegah terjadinya akumulasi atau pooling darah di area cedera.Bagian yang mengalami cedera diangkat sehingga berada 15-25 cm di atas ketinggian jantung. Elevasi sebaiknya dilakukan hingga pembengkakan menghilang.

Namun jika keluhan ini tidak berkurang atau semakin memberat, jangan menunggu lagi untuk memeriksakan diri kepada dokter untuk dicari kemungkinan penyebab lainnya.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar