Sukses

Apakah Penyakit Hipertensi Pulmonal Bisa Sembuh?
06 Jan 2015, 10:08 WIB
Pria, 27 tahun.

Apakah pasien penyakit Hipertensi Pulmonal bisa sembuh dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Hipertensi pulmonal adalah jenis tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung anda.

Hipertensi pulmonal dimulai ketika arteri kecil di paru-paru, yang disebut arteri pulmonal, dan kapiler menjadi menyempit, tersumbat  atau rusak. Hal ini membuat sulit bagi darah untuk mengalir melalui paru-paru, yang meningkatkan tekanan dalam arteri di paru-paru anda. Ketika tekanan meningkat, ruang kanan bawah jantung (ventrikel kanan) harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui paru-paru, menyebabkan otot jantung melemah dan akhirnya tidak berfungsi.

Hipertensi pulmonal adalah penyakit serius yang memburuk dan kadang-kadang fatal. Meskipun hipertensi pulmonal tidak dapat disembuhkan, pengobatan yang tersedia dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup anda.

Tanda-tanda dan gejala hipertensi pulmonal pada tahap awal mungkin tidak terlihat selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Seiring perjalanan penyakit, gejala menjadi lebih buruk. Gejala hipertensi pulmonal termasuk:

  • Sesak nafas (dyspnea), awalnya saat beraktivitas dan akhirnya saat istirahat
  • Kelelahan
  • Pusing atau pingsan  (sinkop)
  • Dada terasa atau  sakit
  • Pembengkakan (edema) daerah kaki dan akhirnya di perut (asites)
  • Warna bibir dan kulit kebiruan (sianosis)
  • Denyut nadi cepat atau jantung berdebar

Ketika penyebab yang mendasari untuk hipertensi pulmonal tidak dapat ditemukan, kondisi ini disebut hipertensi pulmonal idiopatik (Idiopathic Pulmonary Hypertension/IPH). Beberapa orang dengan IPH mungkin memiliki gen yang merupakan faktor risiko untuk mengembangkan hipertensi pulmonal. Tetapi pada kebanyakan orang dengan IPH, tidak ada penyebab pasti.

Hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh masalah medis lain disebut hipertensi pulmonal sekunder. Jenis hipertensi pulmonal ini lebih umum daripada hipertensi pulmonal idiopatik. Penyebab hipertensi pulmonal sekunder meliputi:

  • Gumpalan darah di paru-paru (emboli paru)
  • Penyakit paru obstruktif kronis, seperti emfisema
  • Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma atau lupus
  • Sleep apnea dan gangguan tidur lainnya
  • Penyakit jantung kongenital
  • Sickle cell anemia
  • Penyakit hati kronis (sirosis)
  • AIDS
  • Penyakit paru-paru seperti fibrosis paru, suatu kondisi yang menyebabkan jaringan parut di jaringan antara kantung udara paru-paru (interstitium)
  • Gagal jantung kiri
  • Hidup di ketinggian yang lebih tinggi dari 8.000 kaki (2.438 meter)
  • Panjat tebing atau hiking ke ketinggian yang lebih tinggi dari 8.000 kaki (2.438 meter) tanpa penyesuaian dahulu.
  • Penggunaan obat tertentu, seperti kokain

Meskipun setiap orang dapat terkena kedua jenis hipertensi pulmonal, orang yang lebih tua cenderung menderita hipertensi pulmonal sekunder, dan orang yang lebih muda cenderung menderita hipertensi pulmonal idiopatik. Hipertensi pulmonal idiopatik juga lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Faktor risiko lain untuk hipertensi pulmonal adalah sejarah penyakit keluarga. Beberapa gen dapat dikaitkan dengan hipertensi pulmonal idiopatik. Gen ini bisa menyebabkan pertumbuhan berlebih dari sel-sel dalam arteri kecil paru-paru anda, menjadikannya lebih sempit.

Jika salah satu anggota keluarga anda menderita hipertensi pulmonal idiopatik dan tes menunjukkan positif untuk mutasi gen yang dapat menyebabkan hipertensi pulmonal, dokter atau konselor genetik mungkin menyarankan agar anda atau anggota keluarga anda akan tes mutasi gen.

Hipertensi pulmonal dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, termasuk:

  • Gagal jantung kanan (Cor pulmonale).
  • Penggumpalan darah.
  • Aritmia (denyut jantung tidak teratur).
  • Pendarahan


Penyakit hipertensi paru-paru tidak bisa disembuhkan, tetapi oleh dokter pasien akan diberikan obat-obatan untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik agar pasien bisa menjalani aktivitas sehari-hari. Ketergantungan pasien pada obat-obatan akan berlangsung seumur hidupnya. Obat-obatan yang umumnya diberikan;

  •  Vasodilator.
  • Endotelin.Reseptor antagonis
  • Calcium channel blocker dosis tinggi.
  • Antikoagulan.
  • Diuretik.
  • Oksigen.

Selain itu juga bisa dilakukan tindakan bedah atau operasi;

  • Atrium septostomy. Jika obat tidak dapat mengontrol hipertensi pulmonal anda, operasi jantung terbuka bisa menjadi pilihan. Dalam atrium septostomy, ahli bedah akan menciptakan celah antara ruang kiri dan kanan jantung Anda untuk meringankan tekanan pada sisi kanan jantung Anda. Septostomy atrium dapat memiliki komplikasi serius, termasuk kelainan irama jantung (aritmia).
  • Transplantasi. Dalam beberapa kasus, transplantasi paru-paru atau jantung-paru mungkin menjadi pilihan, terutama bagi orang muda yang memiliki hipertensi pulmonal idiopatik. Risiko utama dari setiap jenis transplantasi termasuk penolakan organ transplantasi dan infeksi serius, dan anda harus mengkonsumsi obat imunosupresan seumur hidup untuk membantu mengurangi kemungkinan penolakan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar