Sukses

Asam Lambung Yang Tinggi

07 Jan 2015, 22:03 WIB
Pria, 42 tahun.

Slang Docter, says sdh seminggu lebih mengalami asam lambung yg tinggi mual apabila sy minum air putih, makan pun terasa man is dilidah, sy jg punya riwayat hipertensi, sy Sudan kedocter diberikan obat seperti Captopril 2x1, Omeprazole 20mg 2x1,Donperidone 3x1, Prosogan FD 15mg 3x1dan dianjurkan until minum air gula to knp msh saja mual itu datang, tolong mungkin doctor punya solusi lain untuk saya. Terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sesungguhnya sangat sulit bagi kami untuk menjelaskan kondisi Anda hanya dengan keterangan yang Anda berikan. Diperlukan sebuah pemeriksaan fisik dan tambahan untuk menilai sebuah kondisi dengan seksama.

Kami akan menjelaskan sedikit tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia. Syndrome dyspepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dyspepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dyspepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

Awalnya,  Anda dapat mengonsumsi obat anti asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala.Selain dengan pemberian obat anti asam lambung secara teratur, kami sarankan sebaiknya Anda menjaga pola makannya dengan makan lebih sering dalam porsi kecil dan teratur, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, kopi, soda, dan makanan yang dapat merangsang pengeluaran gas seperti kol dan menghindari obat-obatan yang menimbulkan luka pada lambung seperti aspirin. Selain itu, stres psikis juga harus dihindari karena dapat memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Jika setelah menjalankan terapi di atas namun tetap tidak ada perbaikan pada keluhan-keluhan anda, Kami sarankan sebaiknya Anda kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar