Sukses

Nyeri Bokong Hingga Pada Dengan Riwayat Jatuh Terduduk

06 Jan 2015, 22:38 WIB
Wanita, 35 tahun.

dear klikdokter... dua bulan ini, ketika duduk jongkok atau duduk di lantai, saya sering merasa nyeri dari sekitar atas pantat hingga paha. pada tahun 2003-2004 saya memang pernah jatuh terduduk sebanyak tiga kali. apakah itu ada hubungannya dengan nyeri yang saya rasakan? terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Sebelumnya perlu dikonfirmasi terlebih dahulu mengenai sejak kapan keluhan tersebut muncul, adakah saat-saat tertentu keluhan tersebut muncul dan informasi-informasi lain yang mungkin membantu dalam penegakkan diagnosis penyakit Anda. Saat ini sangatlah sulit untuk menentukan penyebabnya mengingat keterbatasan kami dalam mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan fisis langsung pada Anda.

Nyeri pada daerah bokong yang Anda alami termasuk dalam golongan Nyeri punggung bawah/Low back pain. Terdapat berbagai keadaan yang dapat menyebabkan keluhan ini, namun sebagian besar disebabkan oleh peregangan berlebihan akibat aktivitas berulang atau mobilisasi yang salah. Berdasarkan waktu keluhannya, LBP dibedakan menjadi LBP akut dan LBP kronis. Disebut LBP akut apabila keluhan tersebut dirasakan dalam waktu kurang dari 12 minggu, sedangkan dikatakan kronis apabila sudah dialami selama lebih dari 12 minggu.

Adapun risiko terjadinya LBP dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, faktor kegemukan, pekerjaan, dan aktivitas/olahraga, riwayat trauma sebelumnya.

Di antara penyebab LBP yang lain adalah proses degeneratif (spondilosis, HNP, osteoartritis), penyakit peradangan (artritis rheumatoid), osteoporotik, kelainan bentuk pada tulang belakang (skoliosis), gangguan sirkulasi, tumor, infeksi, masalah psikoneurotik, dsb.

Berdasarkan data yang Anda paparkan, kami menduga keluhan tersebut disebabkan oleh Hernia Nuclekus Pulposus. Hernia nukleous pulposus (HNP) adalah suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nukleus pulposus mengalami penonjolan kedalam kanalis spinalis. Nukleus pulposus adalah bantalan lunak diantara ruas-ruas tulang belakang. 

Salah satu faktor risiko HNP adalah pekerjaan, seperti terlalu sering mengangkat beban berat, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan menyebabkan penonjolan nukleus pulposus. Atau dikarenakan adanya riwayat jatuh seperti yang Anda alami.

Gejala HNP paling sering terjadi di daerah lumbal (tulang belakang bagian bawah), tersering di L3-L5. Gejala yang muncul berupa nyeri kronik dan biasanya hebat pada lokasi penjepitan saraf, kesemutan/baal, nyeri dapat menjalar ke paha/kaki, gangguan buang air kecil/disfungsi seksual, sampai kelemahan anggota tubuh/kelumpuhan. Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin. Bagaimanakah dengan keluhan Anda?

HNP (Hernia Nucleosus Pulposus) atau saraf terjepit perlu ditangani secara serius karena jika tidak ditangani secara serius maka dapat mengakibatkan komplikasi yang tidak diinginkan.

  • Terapi konservatif
    • Bed rest 3-6 minggu + obat anti nyeri
    • Pasien harus tidur di atas kasur yang keras, berlapis papan di bawahnya supaya kasur tidak melengkung selama beberapa minggu sampai 3 bulan.
    • Fisioterapi
    • Bila nyeri dan keluhan subyektif menghilang, maka mobilisasi dapat dilakukan lambat laun untuk kemudian dbantu dengan ‘braces’, ‘corset’ atau ‘belt’
  • Terapi operatif:
    • Operasi bertujuan untuk menghilangkan penekanan dan iritasi pada saraf sehingga nyeri dan gangguan fungsi akan hilang.
    • Harus dilakukan terutama jika sudah ada kelainan neurologik yang semakin memburuk

Untuk saat ini, rasa nyeri yang Anda alami dapat dikurangi dengan konsumsi obat-obatan golongan antiradang nonsteroid seperti ibuprofen, natrium diklofenak, asam mefenamat, asetaminofen, dsb. Namun harus juga diperhatikan untuk menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu dan memperberat keluhan ini.

Kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis rehabilitasi medik untuk evaluasi dan tatalaksana yang optimal.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar