Sukses

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

29 Dec 2015, 09:13 WIB
Pria, 30 tahun.

Ass dok, Apakah HIV AIDS bisa tertular lewat gigitan nyamuk?

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. HIV menular dari satu individu ke individu lainnya biasanya melalu transmisi seksual yaitu berhubungan seksual dengan individu yang terinfeksi. Tetapi bukan hanya dengan cara itu saja, ibu yang terinfeksi ke bayi yang dikandung dan penggunaan jarum suntik yang terinfeksi secara bergantian dapat menyebabkan penularan HIV. Sejak seseorang terinfeksi HIV maka virus ini dapat ditemukan dalam berbagai cairan dalam tubuhnya seperti darah dan serum. Cairan yang berpotensi secara epidemiologis menjadi media penularan adalah semen, darah dan cairan vagina. Namun, berdasarkan penilitian yang ada gigitan nyamuk tidak terbukti dapat mentransmisikan penularan virus HIV. Hal tersebut dikarenakan partikel virus yg dihisap dari penderita HIV positif jumlahnya tidak banyak.

Uji laboratorium yang dilakukan pada penelitian dari University of Princeton menunjukkan bahwa virus HIV tidak mampu berkembang biak saat dikultur ke sistem pencernaan nyamuk. Berdasarkan riset dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika juga tidak menunjukkan adanya bukti penularan HIV oleh nyamuk. Riset dan observasi CDC terhadap perilaku menggigit nyamuk juga mendukung bahwa kemungkinan transmisi virus HIV tidak memungkinkan.

Seperti cairan tubuh lainnya, pada individu yang terinfeksi HIV maka dalam air liurnya terdapat virus ini, tetapi potensi penularan melalui melalui air liur lebih rendah atau lebih kecil dibandingkan melalui darah atau serum. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam air liur yang menyebabkan penurunan infektivitas HIV. Tetapi dengan adanya luka atau peradangan dalam rongga mulut akan memperbesar risiko penularan(terutama bila terjadi pertemuan luka dengan luka).

Bila memiliki resiko tetular, untuk memastikannya dapat dilakukan pemeriksaan HIV dalam waktu 3 bulan. Bila memang seseorang melakukan kontak dengan penderita HIV, kami sarankan orang tersebut mencoba melakukan pengobatan profilaxis(pencegahan) yaitu dengan obat anti-HIV(Anti Retro Virus/ARV) selama 1 bulan. Namun sebelumnya lakukan konsultasi ke dokter penyakit dalam terlebih dahulu. 

HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi.

Mengenai pertanyaan Anda, jawabannya adalah tidak bisa. Karena virus HIV hanya dapat bereplikasi di dalam tubuh manusia, di dalam sel yang disebut dengan CD4. Virus HIV tidak dapat bereplikasi di luar tubuh manusia seperti nyamuk. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut. 

Kami sertakan artikel yang dapat Anda baca : 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar