Sukses

Nyeri Haid Setelah Program Bayi Tabung Gagal
07 Jan 2015, 01:20 WIB
Wanita, 36 tahun.

dok,saya mengalami rasa nyeri perut bagian bawah yg berlebihan pada saat haid setelah 4 bln yang lalu saya melakukan program bayi tabung dgn hasil gagal. Apakah ada efek obat2an yang dipergunakan pd saat program BT dgn rasa nyeri tersebut. Bagaimana mengatasi rasa nyeri tersebut. Thx dok

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Rasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsunglebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Sayangnya kami tidak dapat memastikan apakah keluhan nyeri haid yang Anda rasakan berkaitan dengan obat-obatan yang Anda konsumsi saat melakukan program bayi tabung karena kurangnya informasi yang Anda berikan mengenai jenis obat yang Anda konsumsi dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Jika keluhan Anda terus mengganggu, sebaiknya memeriksakan diri langsung ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat selalu,

0 Komentar

Belum ada komentar