Sukses

Migrain dan Nyeri Dada Setelah Olahraga

21 Dec 2014, 13:05 WIB
Wanita, 30 tahun.

Dokter mohon pencerahanyya, sejak minggu pagi tgl 26oktober say sakit kepala migrain, sudah minum obat migrain tp efekny sebentar saja setelah itu kambuh lagi. Walaupun sakitnya tdk sampai bedrest, Dan minggu sore saya coba senam agar lebih bugar, dan karna sdh lama sekali tdk senam sekitar 15 mnt senam aerobik.sdh tidk kuat namun sy paksa sampai 30mnt.muka merah dan ngos ngosan, dan nyeri di dada terutama.saat napas panjang dan hingga malam ini tgl 27 oktober msh nyeri.

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami akan menjelaskan mengenai migrain. Penyebab migrain sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip/bergerak-gerak seperti yang Anda rasakan saat ini atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki). 

Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncul sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura. Migrain yang disertai munculnya aura dinamakan migrain klasik.

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

  1. Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju, red wine)
  2. Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan Cina dan Meksiko
  3. Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
  4. Makanan yang difermentasi
  5. Alkohol (red wine)
  6. Minuman yang mengandung kafein (softdrink, teh, kopi)

Keluhan kedua Anda yaitu nyeri dada setelah olahraga. Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh jantung. Keluhan seperti yang Anda sebutkan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Bagaimana dengan nyeri dada yang  Anda rasakan? 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. Bagaimana dengan Anda? 

  • Nyeri karena masalah otot dan tulang: biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri akan membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.
  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.
  • Nyeri karena saluran pencernaan: biasanya karena maag/GERD. Gejala berupa rasa asam atau pahit di mulut dan nyeri ulu hati. Nyeri ini berkurang dengan pemberiaan obat lambung atau maag.
  • Nyeri dada karena masalah psikologis
  • Nyeri dada karena muscle spasm. Muscle spasm biasanya timbul setelah olahraga dan aktifitas fisik yang berlebihan.

Kemungkinan besar Anda mengalami muscle spasm, karena dirasakan setiap selesai latihan fisik. Akan tetapi untuk dapat memastikan sebaiknya periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan terapi lebih lanjut.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar