Sukses

Efek Samping Orlistat

20 Dec 2014, 22:06 WIB
Pria, 49 tahun.

apa efek samping dari obat penurun kolesterol xenical orlistat

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Orlistat, atau tetrahydrolipstatin, adalah obat untuk terapi obesitas. Orlistat bekerja dalam sistem pencernaan dengan menghambat 1/3 lemak dalam makanan yang anda konsumsi.  Saat kita makan, tubuh akan memecah nutrisi dalam bahan makanan tersebut menjadi komponen sederhana yang dapat dicerna oleh tubuh. Kelebihan kalori hasil pencernaan tersebut akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh, menyebabkan kenaikan berat badan. Enzim dalam sistem pencernaan, disebut lipase, adalah enzim yang membantu mencerna lemak. Saat dikonsumsi bersama makanan, orlistat menempel pada lipase  sehingga proses peleburan lemak menjadi terhambat. Sebagian lemak (30%) yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan dieliminasi seiring pergerakan usus sehingga tidak menyebabkan kenaikan berat badan (kegemukan, obesitas).

Kegemukan dan obesitas memang memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan. Selain meningkatkan risiko terkena kencing manis, kegemukan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebenarnya orlistat telah digunakan sejak tahun 1999 sebagai terapi obesitas yang memerlukan resep dokter. Namun dengan pertimbangan aspek kesehatan tersebut the Food and Drug Administration(FDA) saat ini telah menyetujui peredaran kapsul orlistat sebagai obat bebas (over-the-counter/OTC), tentunya dengan dosis yang lebih rendah daripada yang umum diresepkan oleh dokter (xenical 120 mg). Orlistat yang dijual bebas adalah Alli dengan dosis 60 mg, digunakan pada pasien kegemukan berusia > 18 tahun disertai penurunan kalori, diet ketat, dan program latihan khusus. Kapsul dapat diminum hingga 3 kali sehari sebelum, saat hingga satu jam setelah makan makanan berlemak 15 g (lebih dari 15 gram dapat menyebabkan masalah pencernaan). Dan mengingat adanya risiko kehilangan nutrien tertentu (vitamin A, D, E, K, beta karoten), sangat dianjurkan untuk mengonsumsi multivitamin setidaknya 2 jam sebelum atau setelah minum orlistat, seperti saat sebelum tidur. 

Orlistat kedengarannya memang sangat ideal bagi mereka yang sulit sekali menerapkan pola makan sehat dan seimbang.  Namun orlistat baru dikonsumsi apabila anda memiliki indeks massa tubuh (IMT) >= 30 kg/m2, atau IMT >= 27 kg/m2 disertai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau kencing manis. Jadi sebaiknya obat ini tidak dikonsumsi apabila salah satu kriteria di atas belum terpenuhi, mengingat efek samping yang dapat ditimbulkan.

Efek samping yang umum ditemukan adalah perubahan pola aktivitas usus halus, yang dapat bermanifestasi sebagai feses lunak atau encer berminyak. Konsumsi makanan rendah lemak dapat menurunkan risiko efek samping tersebut, namun juga dapat ditemukan kelelahan, radang hati dan nyeri dubur. Pasien dengan riwayat transplantasi juga sebaiknya tidak mengonsumsi orlistat karena dapat terjadi interaksi obat. Dan pasien dengan riwayat tertentu seperti kencing manis, tiroid (gondokan) harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum penggunaan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar