Sukses

Pengaruh Susu Formula dan Susah BAB pada Anak

21 Dec 2014, 23:39 WIB
Pria, 27 tahun.

Selamat Sore Dok, Maaf Dok, aku mau tanya. Tapi sebelumnya ijinkan saya untuk bercerita sedikit. Saya memiliki anak laki2 berumur 2.5 Tahun. Dari umur 1-1.5 tahun anak saya minum Sufor SGM. Pada umur 1.5 Tahun anak saya mengalami susah buang air besar. Terkadang anak saya mengalami mules ingin buang air besar namun tidak keluar fesesnya, karena khawatir sudah seminggu tidak BAB. Kami berobat ke DSA, konsultasi apa yang anak kami rasakan. Lalu anak kami diberikan vitamin dan obat cair (kami lupa namanya) namun untuk sufor nya di rekomendasikan minum Pediasure. Setelah semua nasihat DSA kami ikuti, BAB anak kami berkurang dan berangsur pulih. Pertanyaannya adalah, apakah SUFOR anak mempengaruhi BAB nya? dan bagaimana solusinya selain kami harus membeli susu pediasure, karena sufor tersebut cukup mahal bagi kami. Sedangkan anak kami selama sebulan minum pediasure bisa habis 5-7 kaleng ukuran 900Gr. Terima kasih dok. Mohon Solusinya. :)

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Apakah anak Anda diberikan susu formula? Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicernakarena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter spesialis anak.

Untuk informasi Anda, saya sertakan artike tentang penyebab dan solusi sulit BAB pada anak: 4 Penyebab Anak Sulit BAB 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar