Sukses

Anak Dengan Gejala Alergi

23 Dec 2014, 19:02 WIB
Wanita, 37 tahun.

anak saya usia 3 bulan. baru-baru ini bapil krn tertular sm kakakY.namun saat diperiksa knp dokter anakY pas diminta utk dinebulizer tidak diizinkan, pdhal kl sedang menyusu atau menangis bunyiY grok grok grok dan hanya diberi obat batuk saja dan dipipiY ada bekas tumpahan asi. dokterY bilang kl g diberi salep (resep dokter) bs menimbulkan asma..apa benar spt itu

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada kasus anak Anda di mana di pipinya terdapat kemerahan karena terkena ASI merupakan suatu tanda jika anak Anda memiliki atopi atau alergi. Alergi yang merupakan reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi memang biasanya terjadi pada anak dari orang tua yang juga memiliki alergi (genetik). Anak yang tidak mendapatkan ASI lebih berisiko untuk mengalami alergi susu sapi dibandingkan anak yang mendapatkan ASI ekslusif.

Disamping itu, bayi yang mengalami alergi jika tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya maka saat dewasa akan mudah terkena alergi seperti asma atau alergi hidung (rhinitis). Kejadian alergi ini dapat sangat mengganggu aktifitas sehingga mampu menurunkan kualitas hidupnya kelak. Karena itu, intervensi sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya proses alergi menjadi yang lebih berat (asma atau rhinitis).

Apabila anak Anda menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandung, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai.

Susu HA (hypoallergenic) adalah susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, dapat merangsang toleransi susu sapi karena masih mengandung sedikit partikel susu sapi. Pemberian susu HA dapat digunakan sebagai pencegahan primer terjadinya alergi susu sapi, karena diberikan sebelum terpapar dengan susu sapi.

Pada kasus anak Anda, kemerahan pada kedua pipi dapat merupakan salah satu gejala klinis dari alergi. Gejala klinis alergi susu sapi pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan dalam bentuk muntah, diare berlanjut yang kadang dapat disertai darah, serta konstipasi atau sembelit (50 - 60%). Gejala klinis lain dapat terlihat pada kulit dan saluran napas. Pada kulit dapat terlihat merah-merah pada kedua sisi pipi bayi, seperti yang terjadi pada anak Anda.

Kami menyarankan Anda melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak, dokter akan menentukan penanganan selanjutnya pada anak Anda. Pada kasus alergi susu sapi seringkali dilakukan substitusi dengan pemberian susu soya. Susu soya adalah susu dengan bahan dasar protein kedelai yang setara dengan protein pada susu sapi. Pemberian soya dan susu yang terhidrolisis sempurna dapat menjadi suatu tindakan pencegahan secara sekunder terjadinya alergi susu sapi karena diberikan pada anak atau bayi yang sudah terpapar dengan protein susu sapi namun belum timbul gejala alergi. Namun soya menjadi pilihan pertama dibandingkan susu terhidrolisis sempurna lainnya karena harganya yang relatif lebih murah dengan rasa yang lebih familiar. Keunggulan dari susu soya adalah:

  • bebas laktosa sehingga aman untuk diet bebas laktosa
  • memiliki kandungan kalsium:fosfor (2:1) seperti pada ASI yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi
  • mengandung omega 6 dan omega 3 sebagai bahan dasar pembentukan AA dan DHA untuk tumbuh kembang otak yang optimal
  • mengandung karbohidrat yang terkandung dalam maltodextrin yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan yang terluka karena diare ataupun yang alergi terhadap susu sapi.

Namun, terdapat penelitian bahwa 30-40% anak alergi susu sapi bukan tidak mungkin terkena alergi soya. Sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu gejala yang dialami anak Anda, apakah benar-benar mengalami alergi susu sapi dengan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar