Sukses

Keringat Dingin, Jantung Berdebar, Lemas dan Muntah

06 Jan 2015, 18:30 WIB
Pria, 28 tahun.

awal januari 2013 jam 17.50 WIB saya meminum kopi kurang lebih 2 sendok makan, selang beberapa menit keluar keringat dingin, jantung berdetak cepat,lemas seluruh badan dan muntah2. hingga sampai saat ini saya menjalani berobat Jalan di rumah sakit pemerintah di tangerang, hasil cek darah, dan Rontgen menyatakan baik tetapi hasil dari EKG dan Ekhokardiografi jantung saya tidak masalah cuma hanya kurang seirama antara detak jantung dengan pembuluh nadi di karenakan ada masalah pada perut saya,saat ini saya mengeluhkan panas dan tidak nyaman di perut,sering ulu hati berdetak/ berdenyut sewaktu-waktu,panas pada dada kiri. apabila berjalan pada jarak jauh sakit di perut kiri dibawah tulang rusuk sehingga saya tidak sanggup untuk berjalan jauh dan nafas hampir sesak dan kepala pusing.panas di sekitar punggung dan sakit pada pinggang,.yang saya tanyakan dari keluhan saya apa kiranya penyakit yang saya derita sekarang ini, karena ada yang bilang saya memiliki penyakit batu empedu,.terimakasih

Terima kasih karena telah menggunakan layanan e-konsultasi di klikdokter.com

Sakit maag dalam terminologi kedokteran dikenal dengan gastritis / peradangan pada lambung karena asam lambung yang tinggi. Penyebab dari gastritis ini diantaranya adalah :

  • penggunaan obat-obat NSAIDs, alkohol dalam jangka panjang
  • infeksi Helicobacter pylori
  • refluks cairan pankreas dalam lambung

Pada kondisi normal, permukaan dalam lambung manusia dilapisi oleh semacam mukus atau lendir sehingga terlingdung dari asam lambung yang dihasilkannya. Akibat dari adanya penyebab diatas, menimbulkan luka atau ulkus pada permukaan lambung sehingga terjadi kontak antara asam lambung dan jaringan dibawahnya yang berakhir pada rasa nyeri. Hal ini juga berlaku pada peningkatan asam lambung sehingga lapisan mukus atau lendir lambung tidak lagi mampu menetralisirnya.

Umumnya maag akan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, mual, kembung, dan muntah. Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung seperti rasa terbakar atau tertindih di dada, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
  • Berhenti merokok
  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 3-4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.
  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak, asam atau pedas.
  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.
  • Meninggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.
  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
    • nitrat
    • anti-kolinergik
    • antidepresan tricyclic
    • NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)
    • kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. 

Berdasarkan keluhan yang Anda utarakan, kami menduga keluhan tersebut disebabkan oleh peningkatan asam lambung yang mengalami refluks (GERD) yang dicetuskan oleh konsumsi kopi(kafein). Namun karena kurangnya data dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan fisik, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk memastikan penyebab timbulnya keluhan Anda serta mendapat penanganan yang optimal. Karena untuk menegakkan suatu diagnosa diperlukan pemeriksaan langsung yang menyeluruh dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik lansung dan juga pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan.

Berikut ini kami sertakan beberapa artikel untuk menambah informasi Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar