Sukses

VDRL Negatif dan TPHA Positif

06 Jan 2015, 17:28 WIB
Pria, 29 tahun.

Slamt siang dok..slm sjhtera..nm sy aris..sy ingin brtanya..sebulan lalu sy mnjalani cek vdlr dn tpha..hasilnya vdrl non reaktif..dan tpha 1/160..yg ingin sy tanyakan..bgaimna cr menegatifkab tpha sy..trs sbaiknya obat apa yg sy minum..trima kasih dok..

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

VDRL dan TPHA adalah suatu pemeriksaan untuk mengetahui infeksi Treponema pallidum , memang Treponema pallidum adalah penyebab dari penyakit Sifilis , tapi berdasarkan penelitian VDRL positif , dapat disertai dengan biologi false positif atau benar-benar positif dengan titer rendah. biologi false positif dapat dibagi menjadi 2 yatu :

  • Akut : dapat disebabkan infeksi virus , bakteri , imunisasi , parasit malaria
  • Kronik : dapat disebabkan oleh SLE , penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita .

TPHA atau Treponema Pallidum Hemaglutination Assay adalah suatu pemeriksaan spesifik untuk mengetahui infeksi Treponema Pallidum, yang biasanya dilaksanakan sebagai langkah tindak lanjut pemeriksaan VDRL. 

Untuk pemeriksaan VDRL, memang ada yang disebut dengan kondisi positif palsu. Mengapa? Karena pemeriksaan ini memang tidak spesifik untuk penyakit Syphillis saja (silahkan baca Pemeriksaan VDRL & TPHA).

Titer TPHA lebih besar sama dengan 1/80 dapat dinyatakan telah mengandung antibodi Treponema Pallidum. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, ataupun melalui transfusi darah. Pada umumnya tes TPHA bila telah reaktif, akan tetap reaktif di dalam waktu yang lama walaupun terjadi penurunan antibodi setelah pengobatan. Apakah Anda sudah menjalani pengobatan?

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk evaluasi lebih lanjut agar mendapat pengobatan yang tepat. Karena umumnya pengobatan untuk penyakit sifilis adalah dengan menggunakan antibiotik. Terapi definitifnya adalah dengan penisilin G benzatin yang disuntikan secara intramuskular (pada otot). Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup yang juga diperlukan adalah menghindari aktivitas seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman(kondom). Namun diagnosa suatu penyakit dan pemberian terapi harus berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan. Oleh karena itu untuk lebih lengkapnya Anda dapat mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin. Tidak perlu malu untuk berobat, karena penyakit sifilis harus segera diobati. Jika tidak komplikasi akibat sifilis akan mengenai organ tubuh lainnya. Kami juga menyarankan pasangan Anda untuk melakukan pemeriksaan yang sama agar dapat dilakukan pengobatan jika terbukti mengalami penyakit serupa.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar