Sukses

Konsumsi Garam pada Penderita Hipertensi

27 Oct 2014, 11:59 WIB
Wanita, 28 tahun.

Apakah penderita hipertensi boleh konsumsi sedikit garam?

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Selama ini, di masyarakat berkembang anggapan bahwa penderita hipertensi sebaiknya mengurangi konsumsi garam dan makanan asin lain. Anggapan begitu tidak salah, tapi tak sepenuhnya benar. Sbetulnya alasan penderita hipertensi dianjurkan membatasi konsumsi garam bukan rasa asin. Garam tak dianjurkan karena berasal dari natrium. Konsumsi zat itulah yang sebaiknya dibatasi. Karena itu, bukan hanya konsumsi garam yang dianjurkan untuk dibatasi. Makanan lain yang mengandung natrium juga perlu dibatasi, seperti roti, biskuit, cracker, dan kue. Umumnya, makanan tersebut dicampuri garam dapur (natrium klorida). Ada juga kue yang mengandung natrium bikarbonat. Yang konsumsinya juga harus dibatasi oleh penderita hipertensi adalah dendeng, abon, sardin, dan pindang. Demikian pula buah, sayur, dan asinan yang dikemas dalam kaleng. Makanan tersebut biasanya dicampuri natrium benzoat sebagai bahan pengawet. Saat membeli makanan kemasan, lihat dulu komposisi bahannya. Bila tertulis natrium (Na), sebaiknya hindari atau batasi konsumsinya.

Meski begitu, pada prinsipnya, penderita hipertensi boleh mengonsumsi garam. Hanya, jumlahnya perlu dibatasi. Misalnya, pasien hipertensi yang diet rendah garam I boleh mengonsumsi garam maksimal 200-300 mg (1/3 sendok teh) per hari. Sedangkan pasien hipertensi yang menjalani diet rendah garam II boleh mengonsumsi garam hingga 600-800 mg per hari.

Demikian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar